Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).(Antara/Gecio Viana)
PEMERINTAH bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama saat ini adalah memprioritaskan penanganan dan evakuasi korban, penyaluran bantuan, pembukaan akses yang terputus, serta pemulihan konektivitas dan layanan dasar masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan penanganan secara cepat dan terpadu. Sejumlah pejabat pemerintah pusat juga ditugaskan langsung menuju Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan operasional di lapangan berjalan optimal.
"Pemerintah bergerak cepat. Yang paling utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan layanan yang dibutuhkan. Akses menuju wilayah terdampak juga harus segera dipastikan agar proses penanganan darurat tidak terhambat," ujar AHY, Minggu (16/8).
Pemulihan Konektivitas dan Logistik
Sebagai langkah nyata, puluhan ribu paket sembako dari Bantuan Presiden (Banpres) telah diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Dari sektor infrastruktur, AHY menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengerahkan sumber daya guna membuka akses yang terputus.
Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT tengah menangani 12 titik longsoran, yang meliputi:
- 3 titik di ruas Ruteng-KM 210.
- 1 titik di KM 210-Batas Kabupaten Manggarai.
- 8 titik di ruas Aegela-Batas Kota Ende.
Sejumlah alat berat seperti loader dan excavator dikerahkan untuk membersihkan material longsoran agar mobilitas petugas dan bantuan logistik tetap fungsional, dengan tetap mewaspadai potensi gempa susulan.
Layanan Air Bersih dan Inspeksi Bendungan
Pemulihan layanan dasar, khususnya ketersediaan air, menjadi prioritas lain. Kementerian PU melakukan inspeksi terhadap infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak. Berdasarkan pemeriksaan awal, Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay secara visual dalam kondisi baik, meski pemeriksaan teknis detail masih berlanjut.
Namun, ditemukan kerusakan ringan pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur akibat longsoran yang menutup saluran sekunder. BBWS Nusa Tenggara II telah menyiagakan drilling rig dan truck crane untuk mempercepat perbaikan. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada SPAM Waemese di Labuan Bajo agar pelayanan air minum warga segera pulih.
Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi
AHY menegaskan bahwa penanganan tidak akan berhenti pada fase tanggap darurat. Pemerintah akan melanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil assessment kerusakan rumah warga serta fasilitas publik.
"Infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih kuat dan lebih tahan terhadap gempa sehingga masyarakat juga semakin terlindungi," tegasnya. (I-2)















































