REPUBLIKA.CO.ID, SANGATTA, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meminta dukungan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menuntaskan program elektrifikasi hingga mencapai 100 persen. Saat ini, masih ada tiga desa di wilayah tersebut yang belum menikmati aliran listrik dari PLN.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan permintaan tersebut secara langsung dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN bagi Desa Belum Berlistrik di Kalimantan Timur. Pertemuan itu berlangsung di Ruang Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jakarta.
"Saat ini, masih terdapat tiga desa di Kutim yang belum dialiri jaringan listrik PLN. Itu yang kami minta untuk dituntaskan ke pemerintah pusat," kata Mahyunadi dalam rilis resmi Humas Kutim di Sangatta, Senin (14/9).
Mahyunadi mengungkapkan, berdasarkan hasil verifikasi, tingkat elektrifikasi di Kutai Timur telah mencapai 97,87 persen. Meski demikian, Pemkab Kutim masih memiliki pekerjaan rumah untuk memberikan akses listrik kepada masyarakat di tiga desa yang masih gelap gulita.
Tiga Desa Prioritas
Ketiga desa yang menjadi fokus perhatian adalah Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran. Lokasi geografisnya yang menantang menjadi kendala utama dalam pembangunan infrastruktur jaringan listrik. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong adanya percepatan dan dukungan konkret dari pemerintah pusat bersama PLN.
"Masih ada tiga desa yang belum mendapatkan listrik, yaitu Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran," ujar Mahyunadi menegaskan.
Penyelesaian jaringan listrik di tiga desa tersebut dinilai krusial agar capaian elektrifikasi Kutai Timur tidak berhenti di angka 97,87 persen, melainkan dapat ditingkatkan hingga 100 persen. Mahyunadi berharap koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM dan PLN dapat menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang masih belum terjangkau.
Ketersediaan listrik dianggap sangat penting untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat. Lebih dari itu, aliran listrik akan mendorong aktivitas pendidikan, komunikasi, pelayanan publik, serta menggerakkan roda perekonomian di ketiga desa tersebut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

12 hours ago
9
















































