Pentingnya Kualitas Udara dan Material Rumah bagi Tumbuh Kembang Anak

1 month ago 20
Pentingnya Kualitas Udara dan Material Rumah bagi Tumbuh Kembang Anak Ilustrasi(MI/HO)

LINGKUNGAN rumah memegang peranan krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini. Namun, banyak orangtua cenderung lebih fokus pada aspek estetika seperti desain kamar atau kelengkapan perlengkapan bayi, sementara faktor fundamental seperti kualitas udara dan keamanan material bangunan sering kali terabaikan.

Dokter spesialis anak dari RS St. Carolus, dr. Ria Yoanita, Sp.A., CIMI., CBS., menekankan bahwa anak usia dini menghabiskan mayoritas waktunya di dalam rumah. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan sehat sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan stimulasi.

Risiko Wewangian dan Zat Kimia di Rumah

Dalam diskusi mengenai ruang tumbuh anak yang digelar Mowilex di Museum MACAN, Jakarta Barat, Senin (6/7/2026), dr. Ria menjelaskan bahwa produk rumah tangga yang umum digunakan, seperti pewangi ruangan dan parfum, justru berisiko mengganggu kesehatan anak.

“Wewangian sebenarnya tidak disarankan karena dapat mengganggu saluran pernapasan. Saluran napas memiliki mekanisme alami untuk menyaring debu dan kuman. Paparan wewangian tertentu dapat mengganggu mekanisme tersebut sehingga pertahanan tubuh menjadi tidak optimal,” jelas dr. Ria.

Ia juga menyoroti bahaya formaldehida, senyawa kimia yang sering ditemukan pada material bangunan dan furnitur. Anak-anak lebih rentan terhadap paparan ini karena frekuensi napas mereka yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, sementara daya tahan tubuh mereka belum sempurna.

Tabel: Faktor Risiko dan Rekomendasi Lingkungan Sehat untuk Anak

Faktor Risiko Dampak pada Anak Rekomendasi Pencegahan
Wewangian/Parfum Gangguan saluran napas, iritasi kulit. Hindari penggunaan berlebih; gunakan pelembap tanpa aroma.
Formaldehida Akumulasi zat kimia berbahaya di paru-paru. Pilih material bangunan rendah emisi (Zero VOC).
Kurang Cahaya Alami Defisiensi Vitamin D, pertumbuhan jamur/bakteri. Pastikan ventilasi baik dan akses sinar matahari (UV).

Desain Ruang yang Eksploratif dan Fleksibel

Selain faktor kesehatan fisik, penataan ruang juga memengaruhi proses belajar anak. Pasangan content creator parenting Nalapedia berbagi pengalaman bahwa ruang anak sebaiknya dirancang untuk mendorong rasa ingin tahu. Tata letak buku dan mainan yang mudah dijangkau memungkinkan anak bereksplorasi secara mandiri.

Senada dengan hal tersebut, desainer interior Susan Emir dari Rumah Sabine menyarankan agar desain ruang anak dibuat fleksibel.

"Warna dasar ruangan dapat dibuat netral, sementara tema yang disukai anak cukup dihadirkan melalui elemen dekoratif yang mudah diganti, seperti sprei atau stiker dinding," ujarnya.

Kampanye First Space, First Care

Menanggapi isu ini, PT Mowilex Indonesia meluncurkan kampanye First Space, First Care. Chief Marketing Officer PT Mowilex Indonesia, Johanna Daunan, menyatakan bahwa material yang melapisi dinding sering kali luput dari perhatian orang tua, padahal dinding mencakup area permukaan yang luas di dalam kamar.

Sebagai solusi, Mowilex memperkenalkan Mowilex Naturalle, cat interior berbasis air dengan bahan dasar nabati. Produk ini mengusung teknologi Formaldehyde Abatement yang mampu mengikat dan mengurai formaldehida di udara, serta memiliki kadar VOC nol (Zero VOC) sehingga ruangan lebih cepat aman digunakan setelah pengecatan.

Melalui kolaborasi dengan seniman Ruth Marbun dalam instalasi Children’s Art Space: Beradu Padu di Museum MACAN, Mowilex menunjukkan bahwa dengan material yang aman, dinding rumah dapat bertransformasi menjadi media kreatif bagi anak untuk bermain dan belajar tanpa risiko kesehatan. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |