Jakarta, CNBC Indonesia - 'Perang saudara' antara dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) makin kencang untuk mendominasi pasar prosesor gaming. Intel mulai mengubah strategi besarnya untuk menghadapi tekanan dari AMD.
Intel menyebut tengah menyiapkan perombakan besar pada peta jalan produknya dalam lima tahun ke depan, dengan fokus utama pada peningkatan performa CPU klien di desktop, laptop, hingga perangkat gaming genggam.
Dalam wawancara dengan media Jerman PC Games Hardware, Wakil Presiden Intel Robert Hallock mengatakan, persaingan dengan lini prosesor gaming AMD, khususnya X3D, tidak hanya ditentukan oleh kekuatan perangkat keras semata.
Ia menilai selama ini banyak penggemar PC kelas berat salah kaprah dalam melihat faktor penentu performa.
"Para penggemar PC hardcore secara signifikan meremehkan pentingnya perangkat lunak dalam pengalaman PC," ujar Hallock, dikutip dari TechSpot, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, peningkatan jumlah core maupun cache tidak akan otomatis mendongkrak performa gaming tanpa dukungan software yang dioptimalkan dengan baik.
Ia menambahkan bahwa Intel saat ini berfokus menghadirkan pengalaman gaming yang kuat dan tengah melakukan sejumlah perubahan pada produk-produk mendatang untuk mengurangi latensi.
Hallock tidak merinci perubahan tersebut, namun menyebut bahwa pada chip dengan jumlah core tinggi, thread director akan sangat, sangat membantu.
Sebagai respons, Intel kini mengubah pendekatan. Perusahaan fokus menekan latensi dan meningkatkan pengalaman gaming secara keseluruhan melalui kombinasi hardware dan software.
Pada chip dengan core tinggi, Hallock menyebut kehadiran thread director akan sangat, sangat membantu.
Intel juga menyoroti keterbatasan pendekatan berbasis cache seperti yang digunakan AMD melalui teknologi 3D V-Cache. Menurut Hallock, tambahan cache hanya efektif untuk jenis aplikasi tertentu.
"Cache tambahan hanya benar-benar bermanfaat pada aplikasi dengan banyak permintaan memori acak, seperti game lama berbasis DirectX 9 dan DirectX 11," jelasnya.
Sebaliknya, game modern dengan API terbaru dinilai lebih diuntungkan oleh optimasi software dibanding sekadar peningkatan cache. Untuk itu, Intel tengah mengembangkan Binary Optimization Tool (BOT), yang diklaim mampu meningkatkan performa hingga 30% pada game modern dan berbagai workload lainnya, tanpa bergantung pada kapasitas cache.
Hallock menegaskan, Intel kini menempatkan optimasi perangkat lunak sebagai kunci utama strategi ke depan. Pendekatan ini disebutnya lebih efektif dibanding metode "brute force" yang hanya mengandalkan peningkatan spesifikasi hardware.
Meski begitu, Intel tidak sepenuhnya meninggalkan inovasi hardware. Perusahaan disebut tengah menyiapkan teknologi pesaing 3D V-Cache bernama Big Last Level Cache, yang akan debut bersama arsitektur Nova Lake pada akhir tahun ini.
Intel juga memberi sinyal kuat soal kehadiran chip baru untuk perangkat gaming genggam. Hallock secara tidak langsung mengonfirmasi pengembangan seri Arc G3 yang selama ini beredar sebagai rumor.
"Saya sebenarnya tidak selalu bekerja pada Arc G3," ujarnya, yang mengindikasikan proyek tersebut memang sedang berjalan.
(fab/fab)
Addsource on Google

1 hour ago
1

















































