Peserta Muktamar Ke-35 NU Dikarantina di Asrama Haji Sukolilo, Media Dilarang Masuk

10 hours ago 1
Peserta Muktamar Ke-35 NU Dikarantina di Asrama Haji Sukolilo, Media Dilarang Masuk (MI/Faishol Taselan)

SATU hari menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), gelombang kedatangan peserta mulai memadati Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Namun, proses transit ini diwarnai dengan penjagaan ketat dan larangan bagi awak media untuk meliput aktivitas di dalam area asrama.

Pantauan di lokasi sejak pagi menunjukkan berbagai jenis kendaraan pengangkut peserta terus memasuki kompleks Asrama Haji Sukolilo. Di pintu masuk, sejumlah petugas keamanan yang terdiri dari pemuda berbaju batik dan berkopiah hitam melakukan pemeriksaan ketat. Mereka menanyakan asal cabang setiap peserta yang datang sebelum mengizinkan masuk.

Ketegangan sempat terjadi saat tim Media Indonesia bersama reporter stasiun televisi lokal mencoba melakukan peliputan di area lobi asrama. Meski sempat mencapai ruang registrasi dan melihat deretan berkas yang disiapkan panitia, petugas keamanan segera mendatangi awak media dan meminta mereka meninggalkan lokasi.

Bahkan, lembaran registrasi yang berada di meja panitia langsung disembunyikan sesaat setelah petugas menyadari kehadiran wartawan di dalam ruangan.

“Anda dari mana? Wartawan dilarang masuk asrama. Ini steril, tidak boleh ada wartawan yang masuk,” ujar salah satu petugas keamanan di lokasi.

Meski awak media sempat berargumen bahwa asrama haji merupakan ruang publik, seorang pria berpakaian putih tetap meminta wartawan untuk keluar. “Ini hanya transit, tidak boleh wartawan masuk ke asrama haji. Silakan besok langsung ke lokasi Muktamar,” tegasnya.

Dugaan Karantina oleh Calon Ketua PBNU

Informasi yang dihimpun menyebutkan ada perubahan mendadak dalam skema kedatangan peserta. Awalnya, panitia muktamar dilaporkan tidak menyediakan fasilitas transit atau jasa penjemputan dari bandara, stasiun, maupun terminal menuju asrama haji, karena peserta seharusnya langsung menuju lokasi utama Muktamar di Jombang.

Namun, secara tiba-tiba fasilitas transit dan akomodasi di Asrama Haji Sukolilo disediakan. Muncul dugaan bahwa para peserta menjalani proses karantina terlebih dahulu yang diinisiasi oleh salah satu calon Ketua Umum PBNU sebelum bertolak ke lokasi Muktamar.

Karantina tertutup ini diduga menjadi alasan utama ketatnya penjagaan. Peserta tidak diperkenankan berkomunikasi dengan pihak luar, terutama media massa, mengenai agenda pertemuan yang berlangsung di dalam asrama tersebut. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |