Polisi tak Bisa Pastikan Identifikasi Jenazah Kecelakaan Kereta Bekasi Tuntas Hari Ini

2 hours ago 2

Proses evakuasi gerbong KRL Commuterline yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Berdasarkan data terbaru, tercatat 14 orang meninggal dunia. Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi mengupayakan agar proses identifikasi korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta Bekasi dilakukan secepatnya. Namun, polisi tak bisa memastikan proses itu akan tuntas pada hari ini.

Pihak kepolisian menyebut proses identifikasi bisa saja terkendala sesuatu. Kendala inilah yang bisa memakan waktu.

"Kita usahakan (selesai hari ini). Karena kan DVI kan nggak bisa (buru-buru), kadang-kadang nanti ada kesulitan yang lain," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono pada Selasa (28/4/2026).

Sampai sore ini, polisi belum memperbaharui identitas soal jenazah di RS Polri Kramat Jati. Polisi hanya menyebut semuanya berjenis kelamin perempuan.

"Nanti akan kita umumkan lagi, nanti diumumkan supaya cepat begitu ya," ujar Heru.

Polisi mendorong masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya karena diduga menjadi korban kecelakaan kereta Bekasi agar secepatnya melapor ke RS Polri Kramat Jati.

"Pokoknya yang merasa kehilangan daftar saja. Kadang-kadang satu jenazah dilaporin dua orang (keluarga). Bisa saja dilaporkan ini orang tuanya, ini saudaranya atau apa gitu," ujar Heru.

Heru juga berharap proses identifikasi jenazah cukup pada tahap pencocokkan sidik jari dan gigi saja. Sebab kalau pencocokannya dilakukan di tahap DNA bakal memakan waktu lama.

"Kalau kita harapkan nggak sampai (pencocokan) DNA lah. Kalau DNA pasti lama lagi, satu minggu lagi. Jadi diharapkan dari sidik jari dengan gigi, terus properti yang lain, mungkin cincin atau (catatan) medis, mungkin pernah operasi apa," ujar Heru.

Pihak Kepolisian menyebut sudah ada tujuh keluarga yang menyetorkan data ke RS Polri Kramat Jati. Data mereka nantinya akan digunakan guna mencocokkan dengan sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta Bekasi yang sudah ada di RS Polri Kramat Jati. 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |