Prabowo serukan pengadaan drone angkut berat dan lebih banyak armada untuk perangi kebakaran hutan..
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana strategis pengadaan drone angkut berat (unmanned aerial vehicle) dan pengerahan lebih banyak pesawat untuk mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang persisten di Indonesia. Instruksi ini disampaikan dalam rapat kabinet virtual tentang penanggulangan bencana alam yang dipantau di Jakarta, Senin.
Prabowo mengakui skala besar respons pemerintah terhadap kebakaran hutan tahun ini, namun juga menyoroti adanya keterlambatan operasional di beberapa kesempatan. Ke depan, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dengan prinsip lebih baik surplus daripada kekurangan.
"Ke depan, kita mengambil langkah antisipatif. Saya minta kita utamakan perencanaan dan terapkan prinsip bahwa lebih baik berlebih daripada kekurangan," ujar Prabowo.
Pengadaan Aset Mitigasi Baru
Presiden menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy. Tujuannya adalah untuk segera melakukan pengadaan lebih banyak aset mitigasi bencana, termasuk helikopter pengebom air (water bombing).
Ia juga menyerukan penyediaan peralatan pemadam kebakaran yang lebih terlokalisasi, seperti pompa air dan ekskavator. Prabowo menekankan bahwa peralatan skala kecil ini harus ditempatkan secara permanen di desa-desa rawan kebakaran untuk menangani wabah api sejak tahap awal.
Kapal Induk dan Modifikasi Cuaca
Dalam peningkatan kemampuan yang signifikan, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia akan segera mengoperasikan kapal induk pertamanya. Kapal ini akan dimanfaatkan untuk manajemen pasca-bencana dan dirancang mampu menampung hingga 10 helikopter berukuran sedang, masing-masing dengan kapasitas angkut empat hingga lima ton air untuk misi pemadaman udara.
"Lebih lanjut, kita harus mengalokasikan lebih banyak pesawat untuk modifikasi cuaca," tambah Presiden.
Ia menugaskan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengidentifikasi agen kimia paling efisien guna mempercepat proses penyemaian awan (cloud seeding). Selain itu, Prabowo memerintahkan pengadaan drone angkut berat yang mampu membawa muatan air dalam jumlah besar untuk pengeboman air presisi di garis depan kebakaran hutan.
"Kita harus bersiap jauh-jauh hari," pungkas Prabowo.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 week ago
21

















































