Program Cegah Stunting Menjaga Tumbuh Kembang Anak di Tanjab Barat

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd. terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi.

Komitmen tersebut diwujudkan PetroChina melalui berbagai program Corporate Social Responsibilities (CSR) yang dijalankan secara berkelanjutan sejak 2022 dan berlanjut hingga hari ini.

Sebagai operator Wilayah Kerja Jabung di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, PetroChina menggandeng pemerintah daerah dan sejumlah mitra untuk melaksanakan program kesehatan yang menyasar anak-anak dan keluarga berisiko stunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program tersebut mencakup bantuan nutrisi, penguatan kapasitas kader kesehatan, hingga edukasi terkait pemenuhan gizi.

Pada 2025, PetroChina melaksanakan program pemberian paket makanan tambahan selama empat bulan bagi 100 balita stunting yang berada di 25 desa di lima kecamatan, yakni Tebing Tinggi, Tungkal Ilir, Seberang Kota, Betara, dan Kuala Betara.

Selain itu, perusahaan juga menggelar talkshow kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting.

Dalam melaksanakan program ini, PetroChina bermitra dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanjung Jabung Barat.

Atas kontribusi tersebut, PetroChina meraih Penghargaan Mitra Swasta Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan predikat Gold pada 10 Desember 2025.

Penghargaan itu diberikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, sebagai bentuk pengakuan atas peran sektor swasta dalam mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.

Program-program PetroChina untuk pencegahan stunting di tahun-tahun sebelumnya mencakup pelatihan dan orientasi kapasitas kader Posyandu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pembentukan kluster desa bebas stunting, gerakan minum tablet tambah darah.

Kemudian, sosialisasi pedoman gizi seimbang, praktik pemberian makan bayi dan anak, gerakan ibu hamil sehat, bantuan susu tinggi kalori untuk anak-anak yang dinyatakan stunting, penyediaan buku KIA dan perangkat pendukung Posyandu, kunjungan rumah bagi ibu hamil dan ibu balita, serta bantuan susu untuk ibu hamil.

Berkat upaya kolaborasi lintas sektor, prevalensi stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berhasil diturunkan secara drastis dari 14,1% pada 2023 menjadi 7% pada tahun 2024. Demikian dilansir dari keterangan resmi, Minggu (31/5).

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |