Pupuk Indonesia Utamakan Kebutuhan Domestik Sebelum Ekspor Urea

7 hours ago 7

Dirut Pupuk: Ekspor pupuk urea dilakukan usai kebutuhan domestik aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa ekspor pupuk urea akan dilakukan setelah kebutuhan domestik terpenuhi. Hal ini disampaikan usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Kamis.

Rahmad menjelaskan bahwa Indonesia saat ini masih mampu mengekspor pupuk urea untuk membantu negara-negara tetangga yang mengalami kekurangan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah. Negara tujuan ekspor meliputi Australia, India, dan beberapa negara lainnya, tetapi prioritas utama tetap menjaga ketersediaan dalam negeri.

Produksi urea nasional mencapai kapasitas operasional 8,8 juta ton dari kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton. Meskipun harga urea global melonjak dari 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton, Indonesia tetap aman karena sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Terkait kuota ekspor, Pupuk Indonesia menetapkan jumlah sekitar 1,5 juta ton. Namun, penyaluran ekspor ini tetap fleksibel mengikuti kondisi pasokan domestik.

Permintaan Global Meningkat

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa sejumlah negara tertarik mengimpor pupuk dari Indonesia karena krisis geopolitik di Timur Tengah mempengaruhi suplai urea dunia. Negara-negara tersebut termasuk India, Brasil, Australia, dan Filipina.

Konflik di Timur Tengah telah mengganggu jalur perdagangan global di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 30 persen pasokan pupuk dunia. Akibatnya, harga pupuk urea meningkat signifikan, mencapai 690 dolar AS per ton pada awal April 2026, dibandingkan harga pada awal Januari 2026 yang berkisar antara 350 hingga 380 dolar AS.

Sudaryono menambahkan bahwa Indonesia berpotensi besar menjadi stabilisator pasokan pupuk dunia di tengah krisis ini, setelah memastikan kebutuhan domestik tercukupi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |