Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh telah rampung.
Kini, detail tersebut tinggal diumumkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Sudah kelar, tinggal diumumkan. Nanti tanya Pak AHY begitu pengumuman nanti. Saya enggak berhak mengumumkan," kata Purbaya di Hotel AYANA Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya mengatakan telah bertemu Menteri Keuangan China di Amerika Serikat (AS) beberapa hari lalu. Dalam pertemuan itu, ia memastikan restrukturisasi utang sudah selesai dan meminta pihak China tidak khawatir.
Menurut dia, persoalan utang Whoosh berkaitan dengan hubungan jangka panjang Indonesia dan China. Ia menegaskan Indonesia perlu menjaga kredibilitas di dunia internasional dan tidak melanggar komitmen yang ada.
"Ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan, jadi pihak China enggak usah khawatir. Indonesia tidak pernah menyimpang atau tidak pernah melanggar janji. Itu kredibilitas yang kita jaga di dunia internasional," ujar Purbaya.
Purbaya enggan membeberkan detail restrukturisasi tersebut, termasuk skema pembayaran utang maupun kemungkinan pengambilalihan operator Whoosh oleh Kementerian Keuangan. Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi dari AHY.
Menurut dia, AHY lebih berwenang menyampaikan rincian kesepakatan restrukturisasi utang Whoosh..
Dalam isu yang berkembang, pembayaran utang proyek Whoosh disebut akan menggunakan 50 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara, 50 persen sisanya akan dibayar menggunakan dividen Danantara.
Purbaya sudah pernah merespons hal tersebut. Kala itu, ia mengaku belum dapat memastikan skema pelunasan utang Whoosh, termasuk kemungkinan penggunaan APBN.
"Saya belum tanya tuh masalah itu. Seingat saya sih masih 50-50 tapi saya akan diskusikan," ujar Purbaya kepada wartawan di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Kamis (12/2).
Kewajiban pembayaran utang proyek kereta cepat tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun per tahun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan kewajiban utang pembangunan Whoosh akan dipenuhi melalui APBN.
"Iya (bayar utang Whoosh pakai APBN)," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Presiden Prabowo Subianto juga telah menyampaikan komitmen untuk menanggung pembayaran kewajiban utang proyek tersebut yang nilainya mencapai sekitar Rp1,2 triliun setiap tahun.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyebut polemik utang proyek Whoosh pada dasarnya telah menemukan solusi. Menurutnya, pemerintah saat ini tinggal merumuskan tata laksana atau mekanisme teknis pembayaran.
"Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah, sudah beres," ujar Bobby usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Ia menegaskan substansi persoalan utang proyek tersebut tidak lagi menjadi masalah, dan pemerintah tengah membahas tata laksana penyelesaiannya.
Isu penyelesaian utang Whoosh menjadi sorotan publik karena nilai kewajiban proyek secara keseluruhan mencapai sekitar Rp116 triliun.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk memastikan penyelesaian utang dilakukan secara hati-hati tanpa mengganggu stabilitas fiskal.
Presiden Prabowo sebelumnya juga telah menginstruksikan jajaran menteri untuk mencari skema terbaik dalam penyelesaian kewajiban tersebut, dengan mempertimbangkan keberlanjutan proyek serta kondisi keuangan negara.
(dhz/ins)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
5

















































