Turis Dunia Berbondong-bondong Kunjungi Salon Rambut di Jepang

3 hours ago 5

CNN Indonesia

Rabu, 22 Apr 2026 13:00 WIB

 salon rambut. Ilustrasi pelanggan di salon rambut. (iStockphoto/Wicki58)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang telah lama dikenal dengan daya tarik wisata ikoniknya, mulai dari persimpangan Shibuya di Tokyo yang sibuk, gerbang torii yang tenang di kuil-kuil Kyoto, hingga salju halus kelas atas di Hokkaido.

Kini, ada satu lagi tambahan daya tarik baru: salon rambut. Tren ini terlihat jelas awal bulan ini, ketika Lily Romero, seorang remaja Amerika Serikat (AS), tampak gembira saat berpose untuk difoto setelah mengikuti perawatan selama empat jam di sebuah salon rambut di Tokyo.

Perawatan tersebut mengubah rambut remaja itu yang sebelumnya bergelombang menjadi lurus berkilau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inilah yang saya inginkan," seru Romero, 16 tahun, yang sedang dalam perjalanan selama seminggu ke Jepang dari London bersama orang tuanya. "Di London, tempat saya tinggal, tidak banyak pilihan untuk pelurusan rambut ala Jepang," sambungnya, seperti dilansir Japan Times.

Rambut lurus panjang sangat populer di sekolahnya, dan Romero bosan harus meluruskan rambut setiap hari dengan catokan. Ketika keluarganya merencanakan perjalanan ke Jepang, Romero bertekad mengunjungi salon di negara yang terkenal dengan keahliannya dalam perawatan pelurusan rambut.

Romero bukanlah satu-satunya pengunjung asing yang membuat janji temu. Semakin banyak wisatawan yang pergi ke penata rambut selama kunjungan mereka ke Jepang, menjadikan salon rambut sebagai jenis daya tarik wisata baru.

Banyak salon memanfaatkan tren ini, menggunakan bahasa Inggris untuk mempromosikan layanan mereka di media sosial dan menawarkan layanan dalam bahasa tersebut.

Menurut survei yang dirilis pada bulan Februari 2026 oleh Hot Pepper Beauty Academy, sebuah organisasi penelitian yang fokus pada industri kecantikan, 17,3% dari 1.535 turis asing dari negara-negara Barat yang disurvei mengatakan mereka pergi atau berencana pergi ke salon rambut selama kunjungan mereka ke Jepang.

Sementara 18,5% mengatakan ingin pergi ke salon saat kunjungan di masa mendatang.

Tingkat keahlian yang tinggi, layanan yang bermutu tinggi, dan perhatian terhadap kebersihan menjadi salah satu alasan utama memilih perawatan di Jepang.

Survei menunjukkan, pengunjung yang berulang kali datang ke negara tersebut, bukan yang pertama kali, cenderung pergi ke salon rambut dan kecantikan.

"Pengunjung yang berulang kali ke Jepang cenderung bergerak melampaui atraksi wisata standar dan mencari pengalaman yang lebih mendalam," kata Kimiko Tanaka, seorang peneliti di Hot Pepper Beauty Academy. "Menerima layanan yang sama dengan penduduk lokal di salon kecantikan itu sendiri telah menjadi pengalaman lokal unik bagi pelancong internasional," tambahnya.

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |