Ilustrasi asuransi rumah baru.(Dok.Jasindo)
MEMILIKI rumah merupakan impian banyak keluarga Indonesia. Namun, setelah impian tersebut terwujud, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa rumah sebagai salah satu aset terbesar keluarga juga menghadapi berbagai risiko, mulai dari kebakaran, sambaran petir, ledakan, hingga bencana alam yang dapat menimbulkan kerugian finansial besar. Karena itu, perlindungan terhadap rumah perlu menjadi bagian dari proses memiliki hunian sejak hari pertama, bukan hanya dipikirkan ketika musibah terjadi.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo mendorong masyarakat menjadikan perlindungan rumah sebagai bagian dari perencanaan kepemilikan hunian. Langkah itu dinilai penting di tengah meningkatnya pembangunan perumahan dan risiko bencana yang dapat menimbulkan kerugian finansial.
Asuransi Jasindo akan berpartisipasi dalam Danantara Housing Expo 2026 yang digelar pada 27–30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta. Dalam pameran tersebut, perusahaan akan memberikan edukasi mengenai manajemen risiko sekaligus menawarkan perlindungan melalui Asuransi Kebakaran Rumah dengan Produk Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI).
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan kepemilikan rumah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembelian atau pembangunan hunian, tetapi juga perlindungan terhadap berbagai risiko.
“Memiliki rumah seharusnya tidak berhenti pada proses membeli atau membangunnya, tetapi juga memastikan rumah tersebut tetap terlindungi dari berbagai risiko yang dapat terjadi kapan saja,” ujar Brellian dalam keterangannya Sabtu (8/8).
Menurut dia, rumah merupakan salah satu aset bernilai besar bagi keluarga sehingga perlindungannya perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa perlindungan rumah bukanlah biaya tambahan, melainkan bagian dari perencanaan keuangan keluarga yang bijak,” katanya.
PREMI ASURANSI PROPERTI
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi lini asuransi properti pada triwulan I 2026 mencapai Rp8,31 triliun. Angka tersebut tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, nilai klaim asuransi properti meningkat 34,7%. Kondisi tersebut menunjukkan risiko terhadap aset properti masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi pemilik rumah.
Kebutuhan perlindungan juga dinilai semakin penting seiring pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang mendorong peningkatan kepemilikan hunian masyarakat. Perubahan iklim dan potensi cuaca ekstrem turut meningkatkan eksposur terhadap risiko yang dapat merusak aset.
Danantara Housing Expo 2026 sendiri akan menghadirkan lebih dari 200 ribu unit hunian dari pengembang BUMN dan swasta dengan beragam pilihan pembiayaan. Kehadiran Asuransi Jasindo ditujukan untuk melengkapi ekosistem tersebut melalui solusi manajemen risiko bagi pemilik maupun calon pemilik rumah.
“Asuransi Jasindo ingin hadir lebih dari sekadar penyedia produk asuransi. Kami ingin menjadi risk partner yang mendampingi masyarakat dalam setiap tahap kepemilikan rumah, mulai dari memahami risiko, memilih bentuk perlindungan yang sesuai, hingga memberikan rasa aman,” kata Brellian.
Melalui produk perlindungan rumah, masyarakat dapat memperoleh jaminan terhadap risiko yang tercantum dalam polis, antara lain kebakaran, sambaran petir, dan ledakan. Perlindungan tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak finansial apabila terjadi musibah.
Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat mendatangi stan Asuransi Jasindo untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan perlindungan rumah berdasarkan karakteristik hunian dan profil risiko.
“Rumah yang terlindungi akan menghadirkan ketenangan bagi keluarga. Itulah komitmen kami, memastikan rumah impian masyarakat Indonesia tidak hanya dapat dimiliki, tetapi juga tetap terlindungi,” ujar Brellian. (E-2)















































