(MI/Rudi)
TIM Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Pekanbaru berhasil menemukan satu dari tiga korban yang dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya kapal pompong di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (7/7).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. "Satu korban hilang atas nama Desmon, berjenis kelamin laki-laki, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," ujar Budi, Selasa (7/7).
Peristiwa nahas ini bermula saat kapal pompong tersebut sedang melakukan kegiatan pemeriksaan draft survei di kapal MV HIMALA. Berdasarkan laporan dari Jeny, perwakilan Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra, kapal pompong tersebut terseret arus kuat hingga masuk ke bawah kapal tongkang yang sedang bersandar di sisi MV HIMALA. Kondisi tersebut menyebabkan kapal pompong kehilangan keseimbangan dan tenggelam.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pekanbaru segera mengerahkan tim rescue yang terdiri dari 10 personel. Tim menempuh jarak sekitar 103 kilometer dengan heading 64 derajat dari Kantor SAR Pekanbaru menuju lokasi kejadian (LKP).
Budi menegaskan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan berbagai unsur terkait untuk mencari korban lain yang belum ditemukan. "Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian terhadap para korban. Semoga korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," tambahnya.
Operasi pencarian saat ini difokuskan di sekitar titik koordinat terakhir atau Last Known Position (LKP) dengan metode penyisiran di permukaan air. Budi juga menjelaskan bahwa tim SAR mempertimbangkan opsi penyelaman jika kondisi cuaca dan arus bawah laut memungkinkan guna mempercepat proses evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat sebanyak tiga korban dinyatakan selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia (termasuk Desmon), dan dua orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Korban yang ditemukan nanti langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. (I-2)
















































