Sebanyak 67.683 Jamaah Tiba di Madinah, Petugas Haji Diimbau Siaga  

2 hours ago 3

Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, ritme kerja di bandara akan semakin tinggi.

Rep: haji,haji 2026,manasik haji,islam,ibadah haji,petugas haji/ Red: Muhammad Hafil

Suasana Sholat Jumat perdana jamaah haji Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Jumat (24/4/2026).

Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Kedatangan jemaah haji Indonesia di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah RI di Bandara Madinah terus berjalan lancar dan tertib hingga Sabtu (2/5/2026). Pelayanan prima secara konsisten diberikan untuk menyambut puluhan ribu tamu Allah, sejalan dengan komitmen pelayanan haji ramah lansia.

"Telah landing di Bandara Madinah sebanyak 174 kloter, dengan jumlah jemaah keseluruhan mencapai 67.683 jemaah," ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir. Dari total keseluruhan data kedatangan tersebut, Basir merinci bahwa jumlah jemaah lansia saat ini sudah mencapai 14.650 orang.

Selain jamaah haji reguler, fase kedatangan jemaah haji khusus di tanah suci juga telah resmi dimulai pada hari yang sama. Proses pendataan dan koordinasi tetap dilakukan di lapangan guna memastikan kelancaran seluruh elemen jemaah.

"Untuk kedatangan hari ini dijadwalkan ada kedatangan jemaah haji khusus yang pertama landing di Madinah, ada satu travel dengan jumlah jemaah 43 orang," papar Basir.

Meskipun penanganan utamanya dikelola oleh seksi pengawasan haji khusus, ia menegaskan pihaknya tetap melakukan penyambutan, mendata, dan menerima laporan dari pihak travel terkait.

Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, ritme kerja di bandara akan semakin tinggi sehingga kebugaran fisik para petugas menjadi faktor krusial. Edukasi kepada seluruh petugas di bandara terus ditekankan agar pelayanan prima kepada jemaah, demi terwujudnya visi Tri Sukses Haji, tidak terganggu.

"Kami tadi memberikan imbauan agar mereka yang pertama pasti menjaga kesehatan, yang kedua untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luar jam tugas," kata Basir. Apabila harus melakukan aktivitas di luar jam tugas, para petugas diwajibkan selalu membawa dokumen perjalanan yang lengkap seperti paspor, visa, dan aplikasi Nusuk.

Faktor keamanan juga menjadi sorotan penting mengingat kebijakan otoritas Arab Saudi yang senantiasa memperketat pengawasan di berbagai titik strategis. "Untuk tidak bepergian sendirian, karena kita tahu semuanya bahwa menjelang hajian itu Arab Saudi pasti meningkatkan pengamanan di berbagai tempat," pesan Basir memperingatkan jajarannya.

Di tengah tingginya intensitas dan tantangan pekerjaan tersebut, Kadaker Bandara memberikan apresiasi tinggi atas semangat melayani para petugas. "Saya sangat mengapresiasi kinerja teman-teman yang di bandara, karena meskipun notabene-nya banyak teman-teman yang baru pertama kali ini bertugas, tetapi bisa dikoordinasikan dengan baik dan mereka juga memberikan layanan yang prima kepada jemaah," katanya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |