Selamat dari Gempa di NTT, Mahasiswa KKN UMY Bantu Evakuasi Warga Terdampak

2 days ago 6
Selamat dari Gempa di NTT, Mahasiswa KKN UMY Bantu Evakuasi Warga Terdampak Kondisi lokasi KKN Mahasiswa UMY di NTT(Dok istimewa )

SEBANYAK 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan selamat dan dalam kondisi aman setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pagi (15/8).

Pihak UMY kini tengah melakukan asesmen untuk menentukan apakah program KKN dapat dilanjutkan atau mahasiswa perlu ditarik kembali ke Yogyakarta. Perwakilan mahasiswa KKN UMY, Didan Oktanova Hermawan, mengatakan, konsisi kelompoknya aman.

"Terakhir saat gempa susulan ketiga, teman-teman sudah menyiapkan seluruh barang penting, lalu bersama-sama pergi ke bukit,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Awan tersebut.

Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT tersebut tergabung dalam dua kelompok. Kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) beranggotakan 26 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Sementara itu, kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) beranggotakan 35 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Hingga Sabtu siang, berdasarkan laporan mahasiswa KKN UMY dari lokasi penugasan, tidak terdapat korban jiwa di lokasi KKN. Namun, sejumlah warga mengalami luka ringan akibat kepanikan saat gempa pertama terjadi. Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik, termasuk sebuah masjid di Nanga Mbaling.

Dalam proses evakuasi, perempuan dan kelompok rentan menjadi prioritas untuk dievakuasi lebih dahulu bersama warga setempat. Saat ini, mahasiswa dan warga telah berada di tenda pengungsian yang didirikan di area perbukitan. Didan menambahkan, sebagian besar warga yang mengalami luka merupakan ibu-ibu yang terjatuh dan terpeleset ketika berusaha menyelamatkan diri.

“Korban luka-luka itu kebanyakan dari ibu-ibu karena saat gempa pertama mereka panik, lalu banyak yang jatuh dan terpeleset,” ujar dia lewat keterangannya melalui Humas UMY.

Ia juga mengatakan belum ada pembahasan internal di kelompoknya mengenai kelanjutan program KKN. Saat ini, mahasiswa masih berfokus membantu memenuhi kebutuhan di tenda pengungsian sembari menunggu arahan lebih lanjut dari DPL dan pihak universitas.

"Kami masih fokus dengan kondisi di pengungsian dan menunggu arahan lebih lanjut dari DPL maupun kampus,” ungkap dia.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) turut mendampingi mahasiswa di lokasi penugasan masing-masing. Bersama mahasiswa, DPL juga terlibat membantu proses evakuasi warga menuju lokasi yang lebih aman. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Direktorat Riset dan Pengabdian terus memantau kondisi mahasiswa sekaligus melakukan asesmen terhadap situasi di lokasi KKN.

Perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY, Dr. Al-Afik, M.Kep., mengatakan pihak universitas telah meminta DPL melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi di lapangan. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar bagi UMY untuk menentukan apakah mahasiswa dapat tetap berada di lokasi dan melanjutkan kegiatan KKN sebagai bagian dari upaya penanganan pascabencana atau perlu dipulangkan ke Yogyakarta.

"Kalau tidak memungkinkan dari kondisi di lapangan, mahasiswa akan kami tarik. Namun, akan diasesmen terlebih dahulu apakah mereka bisa tetap menjadi bagian dari penanganan di lokasi,” ujar Afik.

Menurut Afik, keselamatan mahasiswa tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan program KKN. Kampus akan mempertimbangkan kondisi lapangan dan hasil asesmen DPL sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. UMY akan terus memantau perkembangan kondisi mahasiswa dan situasi di wilayah terdampak sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait pelaksanaan program KKN di NTT. (AT/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |