Sempurna, Orangutan yang Viral Lemas Terdampak Asap Karhutla Akhirnya Mati

1 week ago 24

Sejumlah anggota tim medis dari YIARI dan BKSDA Kalbar mengevakuasi orang utan jantan dewasa bernama Sampurna yang ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI) mengevakuasi orang utan tersebut ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI setelah diduga bergeser dari habitatnya akibat kebakaran hutan dan lahan serta mengalami gangguan pernapasan karena paparan asap pekat selama beberapa hari untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengonfirmasi kematian satu individu orangutan jantan dewasa bernama Sempurna pada 30 Agustus 2026. Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Sempurna pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan upaya penyelamatan.

Tim menemukan Sempurna berada di dalam parit kering di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Saat ditemukan, Sempurna tidak mampu berdiri, hanya dapat bergerak secara terbatas, serta mengalami kesulitan bernapas.

Tim kemudian memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan intravena sebelum Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, kondisi Sempurna terus menurun. Sekitar pukul 14.00 WIB, pernapasannya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi. Setelah menunjukkan tanda-tanda henti napas, tim melakukan upaya resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,” kata Kepala Balai KSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane pada Kamis (3/9/2026).

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |