Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) terhadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan akan memanfaatkan berbagai sumber data, salah satunya hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna meningkatkan akurasi data sosial ekonomi masyarakat. Direktur Metodologi dan Sains Data BPS Setia Pramana usai diskusi metodologi menyampaikan pemutakhiran dilakukan secara berkelanjutan melalui sejumlah kanal, baik dari BPS maupun Kementerian Sosial (Kemensos), serta diiringi dengan penguatan metodologi pengolahan data.
Ia menjelaskan, BPS juga terus meningkatkan kualitas metode pemodelan Proxy Means Test (PMT) untuk memperkuat ketepatan pengelompokan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam DTSEN.
Menurut dia, salah satu sumber data yang akan dimanfaatkan dalam proses pemutakhiran tersebut adalah Sensus Ekonomi 2026. Data tersebut dinilai dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus kondisi sosial ekonominya.
"Salah satu yang menjadi data yang mungkin bisa kita gunakan adalah salah satunya adalah dari Sensus Ekonomi 2026. Makanya mohon nanti dengan kualitas data Sensus Ekonomi di mana partisipasi Bapak, Ibu semua di sini menjadi bagian penting dari Sensus Ekonomi yang bisa tidak hanya meng-capture kegiatan ekonomi di masyarakat tetapi juga bisa meng-capture bagaimana kondisi sosial ekonominya aja," katanya, Jumat (11/9/2026).
Setia menegaskan, DTSEN merupakan data yang bersifat dinamis karena kondisi sosial ekonomi masyarakat terus mengalami perubahan. Oleh karena itu, pemutakhiran diperlukan agar data dapat menggambarkan kondisi terkini masyarakat agar desil sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Ia mencontohkan, masyarakat yang sebelumnya masuk kelompok tidak mampu dapat mengalami perubahan kondisi ekonomi menjadi lebih baik, begitu pula sebaliknya. Dengan data yang terus diperbarui, pemerintah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
sumber : ANTARA

1 hour ago
5














































