REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Militer Israel memasang spanduk bertuliskan "Rising Lion" di gedung Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.
Pemasangan tersebut mengindikasikan pasukan Israel yang sedang melakukan penjajahan dan genosida di Gaza telah menguasai RS Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan seharusnya pemerintah Indonesia melakukan lobi-lobi internasional untuk memaksimalkan fungsi RS Indonesia di Gaza agar tetap dalam penguasaan Indonesia.
"Seharusnya Indonesia melakukan lobi-lobi internasional untuk memaksimalkan fungsi RS Indonesia dan tetap dalam penguasaan Indonesia," kata Kiai Cholil kepada Republika.co.id, Kamis (23/4/2026).
Mengenai posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump, Kiai Cholil mengatakan bahwa sudah jelas posisi Indonesia minta keluar dari BoP karena BoP sudah tidak bisa dipercaya.
"Kalau posisi Indonesia di BoP sudah jelas, posisi Indonesia minta keluar dari BoP sejak awal karena sudah tak percaya bahwa BoP untuk perdamaian apalagi untuk kemerdekaan Palestina," ujarnya.
Beredarnya foto spanduk berbahasa Ibrani yang dipasang militer Israel Defense Forces di kompleks Rumah Sakit Indonesia di Gaza memicu kecaman luas.
Spanduk tersebut diketahui terpasang di sisi timur laut gedung rumah sakit, yang selama ini menjadi simbol solidaritas rakyat Indonesia bagi Palestina.
Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dr Hadiki Habib membenarkan foto spanduk yang viral tersebut.
Atas viralnya foto tersebut, MER-C mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menyampaikan nota protes keras kepada Israel serta menuntut penarikan pasukan dari wilayah Gaza yang diduduki secara ilegal.
Dr Habib begitu akrab disapa menegaskan, RS Indonesia adalah simbol kemanusiaan yang harus dilindungi, bukan justru dijadikan bagian dari konflik.
"MER-C Indonesia mendorong pemerintah Indonesia agar menyampaikan nota protes keras atas tindakan provokatif tentara Israel tersebut dan mendesak agar Israel menarik diri dari wilayah Gaza yang diduduki secara ilegal," kata dia dikutip dari pernyataan MER-C melalui akun resmi Instagram-nya Kamis (23/4/2026).
MER-C mengungkapkan, spanduk itu bertuliskan kutipan berbahasa Ibrani yang dipasang dalam rangka perayaan Paskah Yahudi. Peristiwa itu terjadi pada awal April 2026, bersamaan dengan masuknya tentara Israel ke area rumah sakit hingga ke atap gedung, di mana mereka dilaporkan melakukan perayaan dan tarian.

2 hours ago
2

















































