REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momentum 10 Muharram 1448 Hijriah menjadi ruang kolaborasi bagi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bersama sejumlah lembaga filantropi, termasuk Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Sinergi ini diwujudkan melalui agenda nasional "Lebaran Yatim & Penyandang Disabilitas 2026" yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari tingkat pusat, wilayah provinsi, hingga kabupaten dan kota.
Acara utama yang berpusat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6/2026) ini dihadiri oleh Menteri Agama, jajaran pejabat eselon, serta perwakilan lembaga sosial. Agenda ini dirancang sebagai bentuk perhatian konkret terhadap kelompok rentan, dengan menghadirkan 387 anak yatim dan 55 penyandang disabilitas di lokasi utama, serta melibatkan ribuan anak yatim lainnya secara nasional.
Melalui tema "Pesan Inklusif untuk Anak Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat'", perhelatan ini berupaya memberikan ruang apresiasi yang setara bagi anak-anak yatim dan kelompok disabilitas agar dapat beraktivitas dan berkembang dengan dukungan ekosistem yang suportif. Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya momentum Hari Asyura sebagai pemantik kepedulian sosial yang lebih luas, sekaligus menjelaskan filosofi di balik penamaan agenda ini.
"Di Indonesia, anak-anak yatim begitu dimuliakan, juga para difabel. Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura merupakan hari yang sangat bersejarah di mana kita dianjurkan untuk berpuasa. Lebaran Yatim ini adalah tradisi baru di Indonesia yang mengartikan 'lebar' sebagai kelapangan dada, tidak sempit. Kita berharap dengan momen lebaran ini, seluruh dendam, sakit hati, dan berbagai problem kehidupan akan terselesaikan. Ini akan menjadi peringatan tahunan dan akan kita buat lebih meriah lagi di tahun-tahun selanjutnya secara produktif untuk membahagiakan anak-anak yatim," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Senin (29/6/2026).
Menteri Agama juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi aktif dari berbagai pihak, seperti Baznas, LKSPWU, serta Lembaga Amil Zakat seperti IZI, yang telah mengintegrasikan sumber daya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Selain penyerahan bantuan, seluruh rangkaian kegiatan diisi dengan ruang unjuk bakat kreatif dari anak-anak binaan lembaga pengelola zakat. Pendekatan inklusif ini sengaja diketengahkan untuk mendorong kepercayaan diri anak-anak agar mereka tidak merasa dibatasi oleh keadaan.
Keterlibatan IZI dalam agenda ini merupakan bagian dari peran lembaga amil zakat untuk mendukung program strategis pemerintah yang berorientasi pada kemaslahatan publik. Kerja sama antarsektor seperti ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pemenuhan hak-hak dasar kelompok disabilitas dan anak yatim di berbagai daerah.
Melalui program kemitraan yang berjalan, fokus diarahkan pada pengembangan bantuan yang bersifat jangka panjang. Langkah ini mencakup penguatan akses pendidikan dan program pendampingan yang ramah disabilitas, dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi dan sosial para penerima manfaat.
Melalui pelaksanaan Lebaran Yatim 2026, sinergi antara regulator dan lembaga filantropi diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten. Pengelolaan program yang terukur dan berbasis data ke depan menjadi kunci utama agar bantuan yang disalurkan dapat menyelesaikan persoalan mendasar di masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.

3 hours ago
3
















































