Simalungun, CNN Indonesia --
Tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri pada tahun ini jatuh pada 20 Maret 2026.
Keputusan itu diambil berdasarkan hisab qomariyah yang dilakukan oleh Majelis Fatwa Thariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah (TNAJ).
Ketua Umum Majelis Mursyidin Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah Pusat, Munawar Kholil mengatakan pelaksanaan salat Idulfitri akan dipusatkan di Bandar Tinggi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan itu diperkirakan akan dihadiri lebih dari 1.000 jamaah yang datang dari berbagai daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salat Ied akan dipusatkan di Bandar Tinggi dan diperkirakan dihadiri lebih dari seribu jamaah," ujar Munawar kepada CNNIndonesia.com, Minggu (15/3/2026).
Munawar menjelaskan rangkaian kegiatan menjelang Idulfitri juga telah disiapkan. Jemaah dijadwalkan menggelar buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan takbiran pada malam menjelang 1 Syawal.
"Selain itu, pengumpulan zakat dari para jamaah juga akan dipusatkan di lokasi yang sama di Bandar Tinggi," sebutnya.
Sebelumnya, Tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Munawar mengingatkan para jemaah agar tetap menjaga sikap saling menghormati di tengah kemungkinan adanya perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri dengan kelompok masyarakat lainnya.
"Menanggapi banyaknya perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri ini diminta kepada semua jamaah untuk saling menghormati perbedaan," ungkapnya.
(fnr/pta)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3

















































