Kapal induk USS Gerald Ford.
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Insiden kebakaran yang menimpa kapal perang Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah awal tahun ini dilaporkan jauh lebih parah daripada apa yang dirilis oleh Pentagon ke publik. Hal tersebut mencuat setelah CNN pada Kamis (4/6/2026) berhasil mendapatkan rekaman video yang memperlihatkan kondisi kerusakan pada kapal induk tersebut.
Ketika peristiwa kebakaran di atas kapal induk USS Gerald R. Ford tersebut dilaporkan pada Maret lalu, Angkatan Laut AS merilis pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa kobaran api telah "berhasil dikendalikan". Dalam rilis tersebut juga dinyatakan bahwa dua pelaut hanya mengalami "luka yang tidak mengancam jiwa" dan kapal induk dipastikan tetap "beroperasi penuh".
Akan tetapi, rekaman video terbaru menunjukkan bahwa kebakaran tersebut ternyata jauh lebih serius dan menimbulkan kerusakan yang lebih parah daripada yang diungkapkan oleh Angkatan Laut AS pada awalnya. Sejumlah sumber juga mengungkapkan kepada CNN bahwa sistem pemadam kebakaran otomatis (fire-suppression system) di kapal tersebut sempat gagal berfungsi.
Kebakaran itu melanda USS Gerald R. Ford saat kapal induk tersebut tengah beroperasi di kawasan Timur Tengah. Operasi ini merupakan bagian dari keterlibatan AS dalam perang konfrontasi antara AS-Israel melawan Iran yang pecah sejak 28 Februari lalu.
Berdasarkan laporan dari The New York Times, sejumlah pejabat militer mengungkapkan bahwa dibutuhkan waktu hingga lebih dari 30 jam untuk memadamkan kobaran api. Akibat kerusakan yang ditimbulkan, lebih dari 600 personel militer terpaksa kehilangan tempat tidur mereka.
Selain dua personel yang dirawat karena "luka yang tidak mengancam jiwa", puluhan personel militer lainnya dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal. Para kru kapal yang kehilangan tempat tidur terpaksa tidur di lantai dan di atas meja. Mengingat titik api berasal dari area utama pencucian pakaian (main laundry), para pelaut juga sempat kehilangan akses untuk mencuci pakaian mereka.

7 hours ago
4

















































