Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah yang kian mencekam membuat lalulintas udara terganggu. Kondisi ini memaksa puluhan maskapai penerbangan membatalkan jadwal keberangkatan.
Negara-negara di kawasan pun menutup wilayah udaranya akibat konflik yang meletus antara Iran dan Israel-Amerika Serikat. Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, kini pun telah wafat akibat serangan AS-Israel.
"Setidaknya delapan negara menyatakan wilayah udaranya ditutup saat konflik meletus pada Sabtu, termasuk Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab," dikutip dari laporan Aljazeera, Minggu (1/2/2026).
Suriah juga mengumumkan telah menutup sebagian wilayah udaranya selama 12 jam di bagian selatan, sepanjang perbatasannya dengan Israel.
Timur Tengah telah menjadi jalur penting untuk penerbangan antara Eropa dan Asia, karena wilayah udara Rusia dan Ukraina ditutup untuk sebagian besar maskapai penerbangan akibat perang di sana. Pesawat terpaksa mengalihkan rute penerbangan di sekitar Larnaca, Jeddah, Kairo, dan Riyadh.
Daftar maskapai yang batalkan penerbangan
Maskapai penerbangan UEA, Emirates dan flydubai, untuk sementara menghentikan operasional, sementara Etihad menangguhkan semua keberangkatan dari Abu Dhabi hingga pukul 10:00 GMT pada Minggu.
Qatar Airways dan Kuwait Airways untuk sementara menangguhkan penerbangan, sementara Turkish Airlines juga membatalkan penerbangan ke beberapa destinasi di Timur Tengah.
Oman Air mengatakan telah menangguhkan semua penerbangan ke Baghdad karena perkembangan di kawasan tersebut.
Otoritas penerbangan Kuwait mengatakan pihaknya menghentikan semua penerbangan ke Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut, menurut kantor berita negara.
Kementerian Transportasi Rusia mengatakan maskapai penerbangan Rusia telah menangguhkan penerbangan ke Iran dan Israel.
Di antara maskapai lain yang mengumumkan penangguhan penerbangan ke destinasi di wilayah tersebut adalah Aegean Airlines, Air Algerie, Air France, Air India, British Airways, Cathay Pacific, Finnair, Iberia, Indigo, Japan Airlines, KLM, Lufthansa, Norwegian, Pakistan International Airlines, Scandinavian Airlines, Swiss International Air Lines, Turkish Airlines, Virgin Atlantic, dan Wizz Air.
Secara keseluruhan, sekitar 24 persen penerbangan ke Timur Tengah dibatalkan pada hari Sabtu, menurut lembaga pemantau penerbangan Cirium.
Maskapai penerbangan membatalkan sekitar setengah dari penerbangan mereka ke Qatar dan Israel, serta sekitar 28 persen dari penerbangan mereka ke Kuwait.
"Penumpang dan maskapai penerbangan dapat memperkirakan wilayah udara akan ditutup untuk waktu yang cukup lama di kawasan ini," kata Eric Schouten, kepala penasihat keamanan penerbangan Dyami. "Dampaknya pada penerbangan regional bersifat langsung dan sangat dinamis."
Maskapai penerbangan nasional Turki, Turkish Airlines, pada Sabtu juga telah mengumumkan penerbangan ke Lebanon, Suriah, Irak, Iran, dan Yordania dibatalkan hingga 2 Maret 2026, karena penutupan beberapa wilayah udara Timur Tengah menyusul serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran.
Maskapai tersebut juga membatalkan penerbangan ke Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Oman yang dijadwalkan pada 28 Februari 2026, kata wakil presiden senior bidang komunikasi perusahaan, Yahya Ustun, di media sosial X.
Ustun mengatakan perkembangan wilayah udara dipantau secara langsung dan pembatalan tambahan mungkin terjadi. Penumpang ia sarankan untuk memeriksa informasi penerbangan terbaru di situs web resmi maskapai penerbangan tersebut.
Sementara itu, maskapai penerbangan bertarif rendah Turki, Ajet, juga mengumumkan pada Sabtu pembatalan penerbangan ke Iran, Irak, Suriah, dan Lebanon hingga 2 Maret, dan penerbangan ke Uni Emirat Arab untuk tanggal 28 Februari, karena penutupan wilayah udara beberapa negara Timur Tengah.
Penasihat Pers AJet, Mehmet Yesilkaya, mencatat situasi di wilayah tersebut sedang dipantau secara ketat dan pembatalan tambahan mungkin terjadi.
Secara terpisah, maskapai penerbangan murah Turki lainnya, Pegasus, mengumumkan bahwa mereka membatalkan penerbangan ke Iran, Irak, Yordania, dan Lebanon hingga 2 Maret, serta penerbangan ke Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Pakistan, Qatar, Bahrain, dan ibu kota Arab Saudi, Riyadh, untuk tanggal 28 Februari.
Dalam sebuah pernyataan di X, maskapai tersebut mengatakan mereka terus memantau perkembangan di wilayah udara, dan pembatalan penerbangan tambahan mungkin terjadi.
Pembatalan tersebut terjadi di tengah pembatasan penerbangan yang meluas menyusul serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

3 hours ago
1

















































