Trauma Warga Jadi Tantangan Pemulihan Pascagempa NTT

1 week ago 25

REPUBLIKA.CO.ID,MANGGARAI TIMUR — Pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan fasilitas umum yang rusak. Pemulihan psikologis juga dinilai perlu menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana, mengingat sebagian warga masih diliputi ketakutan akibat gempa susulan.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengatakan, kondisi tersebut terlihat saat dirinya mengunjungi warga terdampak bencana di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jumat (4/9/2026).

Menurut Kholid, sebagian warga hingga kini belum berani kembali tidur di dalam rumah. Mereka memilih bertahan di tenda pada malam hari karena masih khawatir terhadap kemungkinan terjadinya gempa.

“Kita melihat masyarakat masih belum berani tidur di dalam rumah. Setiap hari masih merasakan gempa. Malam hari mereka tidur di tenda, sekolah pun masih berlangsung di tenda. Artinya, rasa trauma itu masih sangat kuat,” ujar Kholid.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana perlu memperhatikan aspek psikologis masyarakat, selain pemulihan infrastruktur.

“Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat,” katanya.

Kholid mengatakan, trauma akibat bencana dapat memberikan dampak yang panjang, terutama bagi anak-anak. Karena itu, pendampingan psikologis perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat secara bertahap dapat kembali merasa aman dan menjalani aktivitas sehari-hari.

“Jangan sampai kita hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi lupa membangun kembali rasa aman masyarakat. Karena itu, trauma healing harus menjadi bagian penting dari rekonstruksi NTT,” tegasnya.

Selain aspek psikologis, perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak juga dinilai penting. Kondisi darurat akibat bencana membuat sebagian aktivitas belajar masih dilakukan di tenda.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa,” ujar Kholid.

Dalam kunjungannya, Kholid juga menyerahkan bantuan bagi warga terdampak berupa sembako, susu anak, dan buku cerita untuk anak-anak.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |