Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan serangan teranyar ke Iran pada Kamis (2/4). Serangan mengakibatkan jembatan B1 hancur.
Kabar tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosialnya. Jembatan B1 merupakan jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan tinggi sekitar 136 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mengunggah sebuah rekaman di media sosial yang memperlihatkan asap mengepul dari jembatan B1 di Karaj, Iran. Ia juga mengancam bakal ada kehancuran yang lebih parah jika Iran tetap ogah berunding untuk mengakhiri perang.
"Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi. Masih banyak lagi yang akan menyusul! Sudah saatnya Iran membuat kesepakatan sebelum terlambat, dan tidak akan ada lagi yang tersisa," tulis Trump di akun Truth Social-nya, melansir AFP.
Menteri Luar Negeri Iran Abas Araghci mengutuk serangan tersebut melalui sebuah unggahan di platform X.
"Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah," tulisnya.
"Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau," tambahnya.
Berdasarkan laporan televisi pemerintah dan kantor berita Fars, serangan itu menewaskan 8 orang dan melukai 95 orang lainnya.
Jembatan B1 disebut dua kali menjadi target serangan AS-Israel. Beberapa menit sebelumnya, Israel juga menyerang jembatan tersebut dan mengakibatkan dua korban.
Serangan teranyar terjadi saat tim darurat dikerahkan ke lokasi untuk membantu korban serangan pertama.
Trump sendiri sebelumnya mengatakan bahwa perang antara AS-Israel vs Iran hampir berakhir.
"Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada," ujar Trump dalam sebuah pidato.
Gejolak perang antara AS-Israel dan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 lalu. Ribuan korban dinyatakan tewas dalam perang.
(asr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3
















































