CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 13:00 WIB
Bandara Suvarnabhumi, Bangkok,Thailand. (istockphoto/Jens_Lambert_Photography)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pelancong asal Amerika Serikat (AS) mendadak viral setelah mengaku menghabiskan waktu selama 10 hari dengan tidur dan makan di dalam Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand.
Ia berdalih lonjakan harga tiket pesawat akibat konflik di Timur Tengah membuatnya tak mampu melanjutkan perjalanan.
Melalui akun Instagram @rastagraphy, pria tersebut mendokumentasikan kesehariannya di area transit, mulai dari menonton film, membaca buku, hingga beristirahat sambil menunggu kejelasan nasibnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan Channel 3 Thailand, pria tersebut sempat meminta pihak maskapai untuk menanggung biaya tiket baru dan bersikeras akan tetap tinggal di bandara sampai ada solusi.
Berikut adalah kronologi kejadian menurut Biro Imigrasi Thailand:
- 15 Maret 2026: Turis tersebut tiba dari Singapura, namun ditolak masuk (entry denial) karena tidak memenuhi persyaratan standar turis.
- Tanggung Jawab Maskapai: Sesuai aturan imigrasi, maskapai yang membawa penumpang tersebut bertanggung jawab mengatur perjalanan pulang atau perjalanan lanjutan.
- Kendala Biaya: Karena mengaku tidak mampu membeli tiket baru segera, ia tetap berada di area transit di bawah pengawasan maskapai.
- 21 Maret 2026: Pria tersebut akhirnya meninggalkan Thailand setelah pengaturan perjalanan selesai dilakukan.
Pihak berwenang menegaskan bahwa peran imigrasi berakhir setelah penolakan izin masuk diberikan. Logistik dan bantuan selanjutnya sepenuhnya ditangani oleh maskapai sesuai regulasi yang berlaku.
Seperti dilansir VN Express, meski menarik simpati netizen, otoritas Thailand mengimbau publik untuk memverifikasi informasi dengan saksama.
Mereka memperingatkan bahwa konten semacam itu terkadang dibuat hanya untuk memancing simpati atau meningkatkan keterlibatan (engagement) di media sosial.
Kasus ini menambah daftar penolakan masuk bagi turis asing di Thailand. Pada Desember tahun lalu, seorang turis Eropa berusia 23 tahun juga ditolak masuk melalui Bandara Don Mueang, karena dianggap tidak membawa dana yang cukup selama berkunjung.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
3

















































