UBN dalam Studium Generale 1448 Hijriah yang diselenggarakan STIQ Ar-Rahman di Aula KHBN, Kamis (2/7/2026), mengusung tema "Alquran sebagai Operating System Kehidupan: Dari Tadabbur Menuju Transformasi Karakter Mahasiswa Qurani."
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Pendiri dan Pembina STIQ Ar-Rahman, KH Bachtiar Nasir, menyatakan krisis terbesar yang dihadapi mahasiswa di era digital bukanlah keterbatasan akses terhadap ilmu pengetahuan, melainkan belum menjadikan Alquran sebagai operating system kehidupan yang mengarahkan cara berpikir, mengambil keputusan, beramal, hingga membentuk karakter.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Studium Generale 1448 Hijriah yang diselenggarakan STIQ Ar-Rahman di Aula KHBN, Kamis (2/7/2026), mengusung tema "Alquran sebagai Operating System Kehidupan: Dari Tadabbur Menuju Transformasi Karakter Mahasiswa Qurani."
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian akademik Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 sekaligus mempertegas komitmen STIQ Ar-Rahman sebagai Kampus Tadabbur Alquran.
Dalam pemaparannya, UBN menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah menghadirkan kemudahan luar biasa dalam mengakses ilmu pengetahuan dan berbagai kajian keislaman.
Namun, kemudahan tersebut belum tentu melahirkan perubahan karakter. Menurutnya, persoalan utama mahasiswa saat ini bukanlah kekurangan informasi, melainkan ilmu yang belum bertransformasi menjadi hidayah yang membimbing kehidupan.
"Mahasiswa hari ini tidak kekurangan informasi. Persoalannya adalah ilmu belum menjadi hidayah yang bekerja dalam kehidupan. Alquran belum menjadi sistem yang mengarahkan cara berpikir, mengambil keputusan, dan membentuk karakter," kata sosok yang akrab disapa UBN ini.
UBN mengidentifikasi lima tantangan utama yang dihadapi mahasiswa di era digital. Kelima hal itu yaitu banjir informasi tanpa transformasi diri, dekat dengan ilmu, tetapi jauh dari pengamalan, mudah mengakses kajian, tetapi sulit menjaga istiqamah.
Selain itu pula kuatnya pengaruh algoritma media digital terhadap pola pikir dan gaya hidup, serta belum menjadikan Alquran sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan.
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, UBN memperkenalkan konsep Tadabbur dan Hidayah Alquran sebagai pendekatan pembelajaran dan pembinaan yang berorientasi pada transformasi.

12 hours ago
9













































