Ucapan Pedagang Soal Harga Pangan Terkini Usai Mendag Datangi Pasar

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pengecekan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat. Ia mengatakan, kunjungan ke pasar juga bertujuan memberi efek psikologis kepada pedagang agar tidak menaikkan harga di atas ketentuan pemerintah.

"Selain itu sebenarnya dengan pengecekan ke pasar itu secara psikologis bisa memengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal, atau tidak menjual di atas HET (harga eceran tertinggi) ya. Itu terus kita lakukan," kata Budi saat ditemui usai meninjau Pasar Rawasari, Senin (16/3/2026).

Selain pengawasan langsung, Kementerian Perdagangan juga memantau harga bahan pokok setiap hari melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang mencakup ratusan pasar di berbagai daerah.

"Sebenarnya pengecekan harga itu dilakukan setiap hari melalui SP2KP, sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok. Ya, jadi setiap hari itu kan ada kontribusi dari beberapa daerah. Jadi ada 550 titik pasar yang terus kita awasi, kita ikuti perkembangan harganya," ujarnya.

Dari hasil pengecekan di Pasar Rawasari, ia menyebut sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dan berada di kisaran harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

"Tadi kalau ayam kan Rp40 ribu per kg, itu kan sesuai HAP ya. Kemudian cabai, cabai merah keriting tadi Rp40 ribu lah per kg. HAP nya kan Rp55 ribu per kg. Bawang merah tadi Rp40 ribuan, HAP-nya Rp41.500 per kg," terang dia.

Untuk minyak goreng rakyat atau Minyakita, harga di pasar disebut sudah kembali mendekati harga eceran tertinggi (HET).

"Minyakita tadi Rp15.700 per liter, harga rata-rata nasional sekarang sudah Rp15.800-an per liter ya tadi saya cek di SP2KP. Jadi sudah jauh turunnya, dibanding sebelumnya itu kan sempat Rp16.800 per liter, sekarang sudah Rp15.800 per liter, turun Rp1.000 ya," kata Budi.

Meski begitu, ia mengakui beberapa komoditas seperti cabai rawit dan telur ayam ras mengalami kenaikan, meski menurutnya masih dalam batas wajar karena meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

"Cabai rawit tadi ada yang naik sedikit. Cabai rawit, telur juga naik sedikit ya tapi tidak terlalu tinggi ya. Jadi relatif menurut kami karena yang namanya permintaan juga semakin meningkat," ujarnya.

Budi memastikan pemerintah akan terus memantau harga hingga Lebaran agar pasokan tetap terjaga.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah akan menjamin ketersediaan pangan pokok dan harga yang stabil ya," ucap dia.

Namun di lapangan, sejumlah pedagang justru mengungkapkan terjadinya lonjakan harga yang signifikan pada beberapa komoditas bahan pokok. Seperti halnya harga cabai rawit merah.

Samsul, seorang pedagang sayuran, mengatakan harga cabai rawit merah kini mencapai Rp130 ribu per kilogram, atau naik sekitar 128% dari harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah Rp57.000 per kg.

"Hari ini cabai rawit Rp130.000 sekilo (per kg). Sebelumnya Rp100.000 bulan lalu, sampai mau lebaran naik lagi Rp30.000 jadi Rp130.000 per kg," katanya.

Meski harganya naik, ia memastikan pasokan masih tersedia di pasar. "Banyak pasokannya," ucap dia.

Sementara itu, pedagang telur di Pasar Rawasari, Hendra mengatakan, harga telur saat ini berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, sementara telur omega mencapai Rp35 ribu per kilogram.

"Sudah ada kenaikan, tapi tipis. Rp1000, paling sedikit. Kadang-kadang turun, kadang-kadang naik. Nggak naik drastis," kata Hendra.

Ia menjelaskan kenaikan harga sudah terjadi sejak sebelum Ramadan dan kembali naik tipis menjelang Lebaran.

"Sebelum puasa sudah ada kenaikannya. Habis itu turun. Nah sudah mau Lebaran, naik lagi. Tapi sedikit cuma Rp1.000-Rp1.000 doang, hari ini Rp32.000 (per kg)," ujarnya.

Pedagang beras, Salam, juga mengatakan harga beras mulai merangkak naik dalam dua minggu terakhir.

"Semua naik rata-rata, semua rata-rata naik antara Rp500 sampai Rp1.000 per liter," katanya.

Saat ini beras medium dijual sekitar Rp12.500 per liter atau sekitar Rp15.000-Rp16.000 per kg. Sedangkan beras premium dijual sekitar Rp14.000-Rp15.000 per liter, atau sekitar Rp16.000-Rp170.000 per kg.

Sementara pedagang daging sapi, Darsa, menyebut harga daging mulai naik menjelang Lebaran. Daging sapi bagian paha atas dijual Rp150 ribu per kg, sedangkan paha belakang Rp160 ribu per kg.

"Iya, bisa jadi kemungkinan naik lagi. Selalu begitu, biasanya 2-3 hari lagi Lebaran pasti naik lagi. Bisa naik Rp10.000 lagi, bisa sampai Rp170.000 per kilogram," kata Darsa.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat melakukan pengecekan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat melakukan pengecekan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat melakukan pengecekan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |