UMKM Bursa Sajadah Dukung Ekosistem Ekonomi Haji di Makassar

2 hours ago 2

Kemenhaj Sulsel apresiasi UMKM Bursa Sajadah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengapresiasi kehadiran UMKM Bursa Sajadah di Makassar pada Jumat. Kehadiran gerai ini dianggap sejalan dengan program Kementerian Haji dan Umrah dalam menyediakan oleh-oleh bagi jamaah tanpa perlu membawa dari tanah suci.

"Gerai Bursa Sajadah ini luar biasa, karena sejalan dengan program Tri Sukses Haji, terutama dalam menciptakan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Ekonomi jamaah bisa kembali ke tanah air," ujar Ikbal saat menghadiri pembukaan gerai tersebut.

Ikbal menjelaskan bahwa Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk kebutuhan dana haji tahun 2026. Dana ini termasuk untuk mengangkut barang jamaah, termasuk oleh-oleh dari Mekkah dan Madinah. Namun, kapasitas barang yang bisa dibawa ke tanah air terbatas.

Dengan hadirnya UMKM Bursa Sajadah, jamaah haji dapat dengan mudah memesan oleh-oleh khas Timur Tengah seperti air zam-zam, kurma, dan berbagai pernak-pernik lainnya tanpa harus repot membelinya di sana. "Ini yang diharapkan, sehingga perputaran ekonomi berputar ke Indonesia," tambah Ikbal.

Ikbal juga menyebutkan bahwa sebagian besar barang oleh-oleh dibuat di Indonesia dan kemudian dikirim ke Arab Saudi untuk dipasarkan sebagai buah tangan di Mekkah dan Madinah dengan brand lain.

Menurut data, jamaah haji dan umrah dari Sulawesi Selatan dan daerah lain di Pulau Sulawesi adalah yang terbanyak. Kehadiran Bursa Sajadah diharapkan dapat memudahkan mereka mendapatkan oleh-oleh tanpa harus membawanya dari tanah suci.

Pemerintah Indonesia juga memiliki program Kampung Haji dan berencana membangun hotel untuk jamaah Indonesia setelah membeli lahan seluas 45 hektare di Arab Saudi. UMKM lokal terus didorong untuk mengekspor produk unggulan, termasuk usaha bumbu coto khas Makassar yang kini sudah diakomodir.

Muhammad Aras, mitra pemilik cabang Bursa Sajadah Makassar, menyatakan bahwa semua barang di gerai berasal langsung dari pabrik dan sebagian diimpor dari tanah Arab, sehingga harganya lebih terjangkau. "Misi kedua kami adalah membuka lapangan pekerjaan baru dan memudahkan jamaah yang sering kerepotan dengan batasan bagasi maksimal 32 kilogram," ujarnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |