Viral Warga di Filipina Jalan Kaki ke Kantor Imbas Krisis BBM

7 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Viral sejumlah video orang-orang berjalan kaki di Filipina menuju tempat kerja di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) buntut perang Amerika Serikat dan Israel vs Iran.

Video tersebut diunggah ulang sejumlah penguna media sosial terutama di X.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Filipina di mana cadangan energi hampir habis, orang-orang sekarang berjalan kaki ke tempat kerja," tulis salah satu netizen.

Netizen lain juga menggemakan komentar serupa.

"Di Filipina orang harus berjalan kaki saat hendak bekerja karena krisis energi dan fasilitas transportasi yang terbatas," tulis dia.

[Gambas:Twitter]

[Gambas:Twitter]

Dalam rekaman tersebut tampak rombongan warga memenuhi jalan bak jalan santai. Beberapa di antara mereka mengenakan baju biasa dan memakai palung.

Sementara itu, beberapa warga lain terlihat mengenakan baju rapi.

Salah satu situs yang mengulas informasi terkini dan jadi bagian grup Phil Star turut membahas video warga Filipina penuhi jalan.

Dalam situs itu, mengutip penjelasan warga Filipina, dijabarkan mereka menunggu transportasi umum bukan jalan ke tempat kerja.

Netizen lain juga mengatakan mereka berjalan ke arah kendaraan umum yang baru diberangkatkan dengan kursi kosong. Tindakan seperti ini sudah lama dilakukan di Commonwealth Ave, QC

Sementara itu, beberapa transportasi mengumumkan akan melakukan pemogokan minggu ini untuk memprotes dugaan kelalaian pemerintah dalam menanggapi harga bahan bakar yang sangat tinggi.

Video viral ini muncul tak lama setelah Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mendeklarasikan darurat energi nasional imbas pasokan bahan bakar minyak dan gas yang terganggu gegara perang di Timur Tengah.

Marcos bahkan memperingatkan "ancaman yang segera terjadi" terhadap "ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara" imbas perang yang berlangsung hampir sebulan lamanya ini.

Marcos Jr menetapkan status darurat energi nasional ini berlaku selama satu tahun dan mengatakan langkah ini diambil sebagai respons terhadap perang di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |