Wisatawan ke TN Komodo Dibatasi 1.000 per Hari Mulai April 2026

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Sabtu, 28 Mar 2026 16:13 WIB

Balai Taman Nasional Komodo akan batasi wisatawan mulai April 2026, maksimal 365.000 per tahun, untuk lindungi ekosistem yang tertekan akibat pariwisata. Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) akan membatasi jumlah wisatawan mulai April 2026. Pelancong yang bisa masuk kawasan TN Komodo maksimal 365.000 orang per tahun atau rata-rata 1.000 orang per hari. (Dok. Kementerian Pariwisata)

Kupang, CNN Indonesia --

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) akan membatasi jumlah wisatawan mulai April 2026. Pelancong yang bisa masuk kawasan TN Komodo maksimal 365.000 orang per tahun atau rata-rata 1.000 orang per hari.

Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga mengatakan pembatasan jumlah wisatawan ini berdasarkan standar konservasi internasional dan selaras dengan peraturan nasional untuk melindungi ekosistem yang kini mulai tertekan.

"Standar konservasi internasional menjadi landasan kita prinsip global yang menyatukan metode desain, manajemen, dan pemantauan untuk dampak yang berkelanjutan," ujar Hendrikus saat ditemui CNNIndonesia.com, Sabtu (28/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut sistem penilaian ancaman spesies dunia juga jadi acuan utama, yang selaras dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Jika pada hari tertentu jumlah pengunjung kurang, sisa kuota bisa dialihkan ke bulan-bulan musim ramai seperti liburan nasional atau akhir pekan panjang," jelasnya.

Kunjungan wisatawan naik

Data BTNK mencatat pertumbuhan wisawatan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, jumlah pengunjung baru mencapai 65.362 orang, kemudian melonjak menjadi 170.077 orang pada 2022, 300.488 orang pada 2023, 333.846 orang pada 2024, hingga mencapai 429.509 orang pada 2025.

Angka tersebut jauh melampaui daya tampung kawasan yang ditetapkan melalui kajian bersama Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra dan World Wide Fund for Nature (WWF) sejak 2018.

Hasil kajian menunjukkan, TN Komodo hanya mampu menampung sekitar 366.108 pengunjung per tahun.

Rinciannya, Pulau Komodo dapat menerima 187.245 orang per tahun, Pulau Padar Selatan 17.885 orang, dan kawasan Loh Buaya 44.165 orang per tahun.

Menurut Hendrikus, pembatasan kuota bertujuan utama untuk menjaga kelangsungan hidup kawasan yang mulai tertekan akibat aktivitas wisata yang terus meningkat. Kebijakan serupa juga diterapkan di berbagai destinasi se-Indonesia.

"Contohnya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang membatasi 600 pendaki per hari, atau sistem buka-tutup di Bromo dan Papua. Semuanya punya tujuan sama: berikan waktu bagi ekosistem untuk pulih," katanya.

Sebelum diberlakukan secara penuh, kebijakan ini telah disosialisasikan kepada pelaku usaha pariwisata sejak Oktober-Desember 2025, dengan tahap uji coba yang berjalan dari Januari-Maret 2026.

"Tanpa batas maksimum tahun ini, kunjungan ke Labuan Bajo akan terus meningkat tanpa kendali," ujarnya.

(fra/lou/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |