110 Jembatan Merah Putih Rampung, Akses Pendidikan dan Ekonomi Desa Makin Terbuka

12 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah rampung dibangun hingga akhir Juni 2026. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mempermudah akses masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, pembangunan 110 jembatan tersebut merupakan implementasi arahan pemerintah untuk memperkuat infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Hingga akhir Juni 2026, Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Polda Riau telah menuntaskan seluruh target pembangunan sebanyak 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pembangunan 27 jembatan yang diresmikan Kapolri pada 17 Maret 2026 di Kabupaten Kampar. Selanjutnya, tahap kedua berhasil menyelesaikan pembangunan dan renovasi 83 jembatan tambahan sehingga seluruh target pembangunan dapat dituntaskan.

"Alhamdulillah, seluruh target pembangunan telah kami selesaikan, sehingga total 110 Jembatan Merah Putih Presisi kini telah selesai dibangun di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau," ujar Ketut, Ahad (28/6/2026).

Menurut Ketut, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Infrastruktur itu memudahkan anak-anak menuju sekolah, mempercepat akses warga ke fasilitas kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Pembangunan jembatan melibatkan personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, serta jajaran polres di lingkungan Polda Riau. Pengerjaan dilakukan di berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, kepulauan, bantaran sungai hingga daerah pedalaman.

"Jembatan ini membuka akses anak-anak menuju sekolah dengan lebih aman, memudahkan masyarakat menuju pelayanan kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menggerakkan roda perekonomian desa. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian Polri kepada masyarakat," kata Ketut.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, penyelesaian pembangunan 110 jembatan menjadi bukti kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Menurut Herry, setelah tahap pertama diresmikan pada Maret lalu, Polda Riau kini mempersiapkan peresmian tahap kedua sebanyak 83 Jembatan Merah Putih Presisi yang direncanakan berlangsung dalam rangkaian kegiatan Riau Bhayangkara Run 2026.

Ia berharap seluruh jembatan yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama sebagai infrastruktur yang memperkuat aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat.

"Semoga seluruh jembatan ini menjadi warisan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena bagi kami, Hari Bhayangkara terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat," ujar Herry.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |