REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia turut meningkatkan kebutuhan terhadap perawatan yang tepat, termasuk dalam mencegah luka dekubitus atau luka tekan. Edukasi mengenai perawatan kulit dan pencegahan dekubitus dinilai penting, terutama bagi lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas dan inkontinensia urine.
Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mulai memasuki periode ageing population. Jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai sekitar 34,07 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari total penduduk.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap sistem layanan kesehatan dan perawatan lansia menjadi semakin penting. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah luka dekubitus, yang dapat muncul akibat tekanan berkepanjangan pada bagian tubuh tertentu.
Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.D.V.E, Subsp.D.A.I., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa lansia lebih rentan mengalami dekubitus karena kulit mengalami tekanan dalam waktu lama, terutama ketika tubuh berada dalam posisi yang sama.
Risiko tersebut dapat meningkat ketika kulit berulang kali terpapar urine atau kotoran. Kondisi ini membuat kulit menjadi lebih lembap, meningkatkan pH, dan mengganggu fungsi pelindung kulit. Kulit yang terlalu lembap kemudian lebih mudah mengalami maserasi, erosi, dan iritasi, serta rentan terhadap gesekan dan pergeseran.
Untuk mengurangi risiko tersebut, perawat dan keluarga yang merawat lansia di rumah perlu memperhatikan sejumlah langkah perawatan. Perawat sekaligus Enterostomal Therapy Nurse (ETN), Ns. Eka Widiati, M.Kep., Sp.Kep.An, ETN, menyarankan lima langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah dekubitus.
Pertama, posisi tubuh lansia perlu diubah secara berkala, sekitar setiap dua jam, untuk mengurangi tekanan pada bagian tubuh yang menjadi titik tumpu. Kedua, kondisi kulit perlu diperiksa setiap hari untuk mengetahui lebih dini apabila terdapat perubahan atau tanda iritasi.
Ketiga, area kulit yang mulai memerah sebaiknya tidak dipijat. Keempat, sprei tempat tidur perlu dijaga agar tetap rapi dan kering. Kelima, pemilihan popok dewasa juga perlu diperhatikan, khususnya bagi lansia dengan inkontinensia urine, agar kondisi kulit tetap kering dan tidak terlalu lembap.
Edukasi mengenai pencegahan dekubitus tersebut disampaikan dalam webinar nasional bertajuk “Menuju Nol Dekubitus: Manajemen Keperawatan Komprehensif Inkontinensia Urine & Kesehatan Kulit Lansia”. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) pada Mei itu diikuti lebih dari 1.000 tenaga medis.
Webinar tersebut diselenggarakan oleh PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui brand popok dewasa Lifree bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DKI Jakarta. Selain Windy dan Eka, kegiatan tersebut menjadi forum untuk membahas perawatan lansia, khususnya terkait inkontinensia urine dan kesehatan kulit.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Unicharm juga memperkenalkan sejumlah pengembangan pada produk popok dewasa tipe perekatnya, termasuk material yang diklaim memungkinkan sirkulasi udara, sistem penyerapan urine, serta perekat yang dapat digunakan berulang.

2 hours ago
3















































