Google Maps menghadirkan fitur Ask Maps berbasis Gemini di Indonesia.(Dok. Google)
GOOGLE Maps kini bukan sekadar aplikasi penunjuk jalan biasa. Dengan peluncuran fitur Ask Maps berbasis AI Gemini di Indonesia pada 6 Agustus 2026, aplikasi ini bertransformasi menjadi asisten riset yang kuat bagi para profesional di industri pariwisata.
Berikut adalah 12 fitur Google Maps yang jarang dimanfaatkan namun sangat berguna untuk mempermudah kerja tour guide, travel planner, hingga operator tur:
1. Ask Maps untuk Itinerary Instan
Fitur terbaru ini memungkinkan pengguna menyusun rencana perjalanan menggunakan bahasa alami. Anda bisa bertanya, "cari tempat wisata keluarga dekat Malioboro yang tidak terlalu ramai," dan Ask Maps akan memberikan rekomendasi real-time beserta kondisi lalu lintasnya.
2. Kolaborasi Daftar Tempat (Lists)
Anda bisa membuat daftar hotel, restoran, atau titik kumpul dan membagikannya kepada tim atau klien. Fitur ini mendukung kolaborasi, sehingga anggota tim lain bisa ikut menambahkan tempat dan mengurutkannya sesuai urutan kunjungan.
3. Multi-stop Route
Dalam menu Directions, pengguna dapat menambahkan hingga sembilan pemberhentian sekaligus. Fitur ini sangat krusial untuk menyusun rute tur harian secara efisien tanpa harus membuat navigasi satu per satu.
4. Atur Waktu Keberangkatan dan Kedatangan
Jangan menunggu hari H untuk mengecek durasi perjalanan. Anda bisa memasukkan tanggal dan jam keberangkatan di masa depan untuk mendapatkan estimasi waktu tempuh berdasarkan data historis kemacetan dan jadwal transportasi umum.
5. Offline Maps
Sangat relevan untuk perjalanan ke desa wisata atau pegunungan dengan sinyal lemah. Anda bisa mengunduh area tertentu terlebih dahulu agar navigasi tetap berfungsi meski tanpa koneksi internet.
6. Street View untuk Survei Virtual
Tour leader tidak perlu selalu datang ke lokasi untuk mengecek akses bus atau bentuk bangunan. Street View memberikan gambaran visual nyata, bahkan tersedia fitur "lihat tanggal lainnya" untuk membandingkan kondisi lokasi dari tahun ke tahun.
7. Measure Distance (Ukur Jarak)
Fitur ini memungkinkan pengukuran jarak garis lurus secara manual antar titik. Berguna bagi pengelola kawasan wisata untuk memperkirakan jarak antar fasilitas atau menentukan luas area titik kumpul.
8. Busy Area dan Popular Times
Hindari kerumunan dengan memantau grafik tingkat keramaian suatu tempat. Data ini membantu operator tur menentukan waktu terbaik untuk mengunjungi pusat kuliner atau objek wisata populer agar wisatawan merasa lebih nyaman.
9. Share Trip Progress
Selama navigasi aktif, posisi terkini dan estimasi waktu tiba (ETA) bisa dibagikan secara real-time. Fitur ini memudahkan tim hotel atau penjemput untuk memantau pergerakan rombongan secara akurat.
10. Plus Codes
Plus Code adalah alamat digital untuk titik spesifik yang tidak memiliki alamat jalan jelas, seperti pintu masuk dermaga atau area camping ground. Kode ini sangat akurat untuk dibagikan sebagai titik kumpul rombongan.
11. Lens in Maps
Cukup arahkan kamera ponsel ke bangunan atau landmark di sekitar melalui fitur Lens di dalam Maps. Aplikasi akan langsung mengidentifikasi tempat tersebut dan memberikan informasi detail, sangat membantu saat survei di wilayah baru.
12. Immersive View
Fitur ini memberikan representasi 3D dari rute atau lokasi tertentu lengkap dengan simulasi cuaca. Travel planner bisa memanfaatkannya untuk melakukan "inspeksi lokasi" virtual guna melihat suasana lingkungan sebelum memasukkannya ke dalam paket tur. (Google Support/Z-10)


















































