Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kanal
MNC Portal
Live TV
Radio Live
MNC Networks
Selasa, 01 September 2026 - 16:18 WIB
Perayaan 20 tahun PANDI. Foto/ Dok SindoNews
JAKARTA - 20 tahun Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menghadapi tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar meningkatkan jumlah pengguna domain .id.
Jumlah domain .id mencapai 1.431.960 pada akhir 2025, melampaui target 1,35 juta. Angka tersebut ditargetkan kembali meningkat hingga menembus 1,5 juta domain pada 2026.
Pertumbuhan itu membuat domain .id semakin penting sebagai identitas digital Indonesia. Namun, semakin besar ekosistem domain yang dikelola, semakin luas pula potensi penyalahgunaannya.
Anggota sekaligus pendiri PANDI, Atmaji Sapto Anggoro, mengatakan pertumbuhan domain .id menunjukkan semakin kuatnya posisi identitas digital Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.
“Domain dot id sekarang sudah besar sekali, sudah sekitar 1,5 juta. Pertumbuhannya juga sangat tinggi,” kata Sapto dalam focus group discussion (FGD) HUT ke-20 PANDI bersama para pengelola media di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Persebaran domain .id saat ini masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, seperti Jabodetabek, Surabaya, Banten, Bandung, dan Yogyakarta. Namun, penggunaannya juga telah meluas hingga ke luar negeri.
Di balik pertumbuhan tersebut, PANDI menghadapi persoalan baru berupa meningkatnya potensi penyalahgunaan domain. Sapto menyoroti berbagai bentuk penyalahgunaan, mulai dari judi online, scam, phishing, redirect URL, hingga pembajakan situs yang sah (legitimate site).
Menurutnya, serangan siber bahkan dapat disisipkan pada halaman tertentu dalam sebuah situs sehingga tidak selalu mudah diketahui oleh pemilik maupun pengelola situs.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, PANDI mengembangkan sejumlah sistem pemantauan dan deteksi penyalahgunaan domain, di antaranya IDADX dan BIMA.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya


















































