5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal

2 weeks ago 31
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal Ilustrasi(magnifik)

GINJAL bekerja tanpa henti untuk menyaring darah, membuang limbah melalui urine, sekaligus menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Namun, kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana ternyata dapat membuat kerja organ ini semakin berat jika dilakukan terus-menerus.

Dalam artikel kesehatannya, Alodokter mengingatkan sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan, mulai dari kurang minum hingga terlalu banyak mengonsumsi garam dan gula.

Kurang Minum hingga Terlalu Sering Menahan Urine

Kurang mengonsumsi air putih dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dan membuat urine menjadi lebih pekat. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Selain itu, kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama juga sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu pengosongan urine dan meningkatkan risiko masalah pada saluran kemih.

Temuan mengenai pentingnya menjaga asupan cairan juga didukung penelitian yang dipublikasikan di PLOS ONE. Dalam studi terhadap lebih dari 12 ribu orang, Akira Yamada dan rekan-rekannya menemukan bahwa kadar natrium serum dan osmolaritas yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis. Peneliti menyebut pembatasan garam dan pencegahan dehidrasi sebagai langkah yang berpotensi membantu menurunkan risiko tersebut.

Garam, Gula, dan Rokok Juga Perlu Diwaspadai

Pola makan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah, sementara konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes. Kedua kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap kesehatan ginjal. Alodokter juga memasukkan kebiasaan merokok sebagai salah satu faktor yang perlu dihentikan karena dapat mengganggu pembuluh darah dan fungsi ginjal.

Hal ini sejalan dengan systematic review dan meta-analysis yang dilakukan Jacqueline P. Kelly dan tim. Dari 104 penelitian dengan lebih dari 2,7 juta peserta, mereka menemukan bahwa konsumsi garam yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan peluang penyakit ginjal kronis. Sebaliknya, aktivitas fisik dan konsumsi sayuran lebih tinggi berkaitan dengan risiko yang lebih rendah.

Hati-hati Mengonsumsi Obat

Kebiasaan lain yang sering luput adalah penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan. Penelitian sistematis terbaru terhadap 40 studi dan lebih dari 1,75 juta peserta menemukan adanya hubungan antara penggunaan NSAID jangka panjang dan kejadian maupun perkembangan penyakit ginjal kronis. Risiko tersebut bahkan lebih tinggi pada orang yang sudah memiliki penyakit ginjal.

Karena itu, menjaga ginjal tidak harus dimulai dari perubahan besar. Cukupi kebutuhan cairan, batasi garam dan gula, aktif bergerak, hindari rokok, serta gunakan obat sesuai aturan. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten dapat menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi ginjal dalam jangka panjang.

Sumber: Alodokter, Plos One

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |