Ilustrasi, garis polisi di TKP.(Dok. Antara)
SEBANYAK lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden longsor tambang emas, di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Kombes Marupa Sagala, menjelaskan, jika longsor terjadi Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 WITA. Kejadian itu mengakibatkan enam orang yang diduga menjadi korban longsor.
"Dari enam orang, lima di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang berhasil diselamatkan dengan luka ringan dan saat ini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit," jelas Marupa.
Laporan awal diterima dari Polsek setempat yang langsung menindaklanjuti laporan yang diterima, dengan mengecek kebenaran informasi tersebut, langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu laporan lanjutan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap,” kata Kombes Marupa, Kamis (13/8).
Pihak kepolisian juga masih melakukan pengecekan di lokasi tambang untuk mengetahui penyebab pasti dari longsor tersebut.
“Pihak kepolisian masih memantau lokasi dan melakukan investigasi lebih lanjut. Kami akan terus berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk mendapatkan informasi yang akurat,” tutupnya.
Diketahui, tambang emas di lokasi tersebut merupakan tambang emas dengan skala pertambangan rakyat maupun korporasi.
Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Bumi Panua, Pohuwato, Dian Ikagustina Tambunan, mengonfirmasi ada lima warga meninggal dunia akibat tanah longsor. “Kelima korban sudah dalam kondisi meninggal saat dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 04.00 subuh. Dan sudah dipulangkan ke rumah duka masing-masing” ungkapnya. (H-3)















































