7 Langkah Praktis Alquran untuk Tenang dan Healing tanpa Mahal

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ada kalanya hati terasa penuh, tapi justru kosong. Pikiran berisik, sementara jiwa lelah. Dalam keadaan seperti itu, Islam tidak menawarkan pelarian, melainkan jalan pulang. Jalan yang tidak rumit, tapi harus dijalani dengan kesadaran.

Yang indah, jalan ini tidak jauh. Ia dekat. Sangat dekat.

1. Dzikir: Menyebut Nama-Nya, Menenangkan Hati

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Alā biżikrillāhi taṭma’innul-qulūb

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dalam tafsir Jami’ al-Bayan, Imam at-Tabari menjelaskan bahwa hati menjadi tenang karena ia kembali kepada sumber kebenaran, Allah, dan meninggalkan kegelisahan akibat bergantung pada selain-Nya.

Cara mempraktikkan: Mulai dari yang sederhana. Pagi hari, sebelum menyentuh ponsel, ucapkan:

Subhanallah 33x

Alhamdulillah 33x

Allahu akbar 34x

Tidak perlu buru-buru. Rasakan tiap lafaznya. Biarkan hati “menyusul” lisan.

2. Doa: Berbicara dengan Jujur kepada Allah

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

Wa idzā sa’alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Menurut at-Tabari, kedekatan ini adalah kedekatan dalam ilmu, perhatian, dan pengabulan, Allah mendengar dan mengetahui setiap doa, bahkan yang tidak terucap.

Cara mempraktikkan: Luangkan 3–5 menit setelah salat. Tidak perlu bahasa Arab panjang, cukup jujur:

“Ya Allah, aku sedang lelah… aku tidak tahu harus bagaimana…”

Kadang ketenangan datang bukan karena jawaban langsung,

tapi karena hati sudah didengar.

3. Sholat: Berhenti Sejenak dari Dunia

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Wasta‘īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh

“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu…” (QS. Al-Baqarah: 45)

At-Tabari menjelaskan bahwa salat menjadi penolong karena ia menghubungkan hamba dengan Tuhannya, tempat meminta pertolongan sejati.

Cara mempraktikkan: Saat hati gelisah, jangan tunggu waktu wajib saja. Ambil wudhu, lalu salat dua rakaat. Di sujud terakhir, tahan sedikit lebih lama. Di sana, sering kali hati menemukan tempatnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |