8 Orang Meninggal dan Belasan Hilang usai Kapal Feri Filo Jet Tenggelam di Siprus Utara

3 weeks ago 32
8 Orang Meninggal dan Belasan Hilang usai Kapal Feri Filo Jet Tenggelam di Siprus Utara Sebuah kapal feri berpenumpang 267 orang tenggelam di lepas pantai Siprus Utara akibat dihantam gelombang tinggi. Delapan korban tewas dan belasan masih dicari.(AFP)

KECELAKAAN maut terjadi di lepas pantai Siprus Utara setelah sebuah kapal feri penumpang diterjang gelombang tinggi hingga tenggelam. Pimpinan administrasi Turki di Siprus Utara, Ünal Üstel, mengonfirmasi sedikitnya delapan orang tewas dan lebih dari belasan penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dalam insiden tersebut.

Kapal feri swasta bernama Filo Jet tersebut mengangkut total 259 penumpang dan delapan awak kapal. Kapal bertolak dari kota pesisir Kyrenia sekitar pukul 12.30 waktu setempat (09.30 GMT). Seharusnya, kapal berlayar menuju Turki pada hari Sabtu, namun keberangkatannya sempat tertunda akibat cuaca buruk.

Üstel menjelaskan kepada media Turki, TRT, bahwa kapal terbalik setelah dihantam dua gelombang besar secara beruntun. Ketika kapten kapal berusaha mengendalikan kemudi usai diterjang gelombang pertama, gelombang kedua mendadak menghantam hingga air mulai masuk dan membanjiri isi kapal. Pada Minggu malam, Menteri Transportasi Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Erhan Arikli, mengonfirmasi bahwa kapal sepanjang 40 meter dan lebar 10 meter tersebut telah tenggelam sepenuhnya.

Operasi pencarian dan penyelamatan skala besar langsung digelar dengan melibatkan otoritas Turki. Helikopter dan kapal penjaga pantai dikerahkan ke titik lokasi kecelakaan, sementara armada ambulans disiagakan di tepi pantai untuk mengevakuasi para korban. Arikli menyebutkan sekitar 100 penumpang berhasil dievakuasi ke daratan.

Di tengah proses evakuasi, aksi penyelamatan heroik dilakukan oleh warga lokal bernama Mustafa Koc. Menggunakan kapal miliknya, Koc berhasil menyelamatkan sekitar 65 orang. Ia menilai pelayaran tersebut sangat berisiko mengingat kondisi perairan yang sedang tidak bersahabat.

"Itu tidak aman bagi mereka. Laut cukup berombak. Orang-orang meninggal. Ini tidak benar," ujar Koc kepada BBC. Ia juga menambahkan bahwa kapal tersebut telah tiba di Kyrenia sejak Sabtu dan "mengalami beberapa kerusakan di bagian depan."

Menanggapi tragedi ini, Üstel menegaskan penyelidikan menyeluruh sedang berjalan. Kapten kapal beserta tujuh awaknya telah ditahan oleh pihak berwenang untuk mengusut penyebab pasti kecelakaan.

"Prioritas saat ini adalah nyawa manusia. Bahkan kelalaian sekecil apa pun akan diungkap. Tidak ada seorang pun yang akan diluputkan, terlepas dari siapa mereka, yang ditemukan bersalah atau bertanggung jawab," tegas Üstel melalui media sosial.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat Siprus Utara. Ia memastikan proses pencarian korban hilang akan terus berjalan tanpa henti. Di sisi lain, Filo Denizcilik selaku perusahaan pengelola kapal menyatakan "sangat berduka atas kecelakaan tragis ini" dan telah membuka saluran hotline khusus bagi keluarga penumpang.

Hingga saat ini, kewarganegaraan para korban serta kondisi pasti dari penumpang yang terluka masih belum dapat dipastikan. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |