Menko Perekonomian Airlangga Hartarto(Antara)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta seluruh emiten untuk memperkuat kinerja, tata kelola (good corporate governance/GCG), dan transparansi. Langkah ini dinilai krusial guna menjaga kepercayaan pasar serta mendukung stabilitas ekonomi dan iklim investasi nasional.
"Beberapa hal yang perlu diperkuat oleh para emiten, yaitu menjaga kinerja, menjaga governance, dan juga seoptimal mungkin memanfaatkan pasar modal," ujar Airlangga saat menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).
Acara tersebut mengusung tema "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies". Menurut Airlangga, tema ini sangat relevan karena kepercayaan investor merupakan modal utama bagi perusahaan untuk memperluas investasi, melakukan ekspansi usaha, serta memperkuat daya saing di pasar modal.
Dukungan Pemerintah melalui Satgas Debottlenecking
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendukung dunia usaha, salah satunya melalui Satgas Debottlenecking. Satgas ini dibentuk untuk membantu menyelesaikan berbagai hambatan investasi dan operasional yang dihadapi perusahaan secara cepat.
Hingga saat ini, Satgas Debottlenecking dilaporkan telah menerima sebanyak 170 aduan dari pelaku usaha dan berhasil menyelesaikan 124 persoalan. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kepastian berusaha di tingkat nasional.
Ia mendorong perusahaan yang menghadapi kendala untuk segera menyampaikan persoalannya kepada Satgas tersebut agar pemerintah dapat memberikan solusi langsung. "Pasar modal merupakan jendela perekonomian nasional, sehingga kredibilitas perusahaan tercatat harus terus dijaga melalui pengelolaan bisnis yang sehat, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang," imbuhnya.
Airlangga juga menilai bahwa prospek perusahaan yang baik, didukung transparansi dan peningkatan kepemilikan saham publik, akan memperkuat kepercayaan investor tanpa perlu merasa cemas berlebihan terhadap penilaian lembaga pemeringkat internasional.
Armand Wahyudi Hartono Kembali Nakhodai AEI
Dalam Musyawarah Anggota tersebut, Armand Wahyudi Hartono kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk periode 2026-2029. Armand menegaskan bahwa penguatan kepercayaan investor akan menjadi fokus utama organisasi selama tiga tahun ke depan melalui perbaikan fundamental perusahaan tercatat.
Menurut Armand, kepercayaan pasar harus dibangun dari kinerja perusahaan yang kuat, penerapan tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta kolaborasi seluruh pelaku ekosistem pasar modal.
"Sesuai tema hari ini, kita akan bangun trust, mulai dari fundamental kinerja, governance, tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta bekerja sama dengan seluruh ekosistem SRO (Self-Regulatory Organization) dan masyarakat," kata Armand.
AEI berkomitmen memperkuat fungsi advokasi dengan menghimpun aspirasi anggota untuk disampaikan sebagai masukan konstruktif terhadap kebijakan dan regulasi pasar modal. Selain itu, organisasi akan memperluas diseminasi informasi, riset, dan edukasi agar emiten lebih adaptif dalam menghadapi tantangan bisnis global maupun domestik.
Catatan Strategis AEI 2026-2029:
- Fokus pada perbaikan fundamental dan GCG perusahaan tercatat.
- Penguatan fungsi advokasi dan masukan regulasi pasar modal.
- Peningkatan edukasi investor dan kolaborasi ekosistem SRO.
- Membangun pasar modal Indonesia yang kredibel dan berkelas dunia.
Armand optimistis sinergi antara pengurus, anggota, regulator, dan organisasi penunjang akan mendorong pasar modal Indonesia terus tumbuh secara berkelanjutan di level global.

















































