Stok beras di Gudang Bulog Meger, Klaten.(MI/Djoko Sardjono)
STOK beras di Gudang Bulog Meger, Klaten, Jawa Tengah, melimpah dan aman untuk kebutuhan hingga akhir tahun. Kendati begitu, pengadaan gabah dan beras petani masih terus dilakukan.
Kepala Gudang Bulog Meger, Sulistyanto, menyebutkan 16.300 ton stok beras yang tersimpan di gudang per 11 Agustus 2026. Stok beras naik turun, karena ada penyaluran bantuan pangan.
“Stok beras aman, kendati pada Agustus-September 2026 akan ada penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada 179.842 keluarga penerima manfaat di Klaten,” katanya, Selasa (11/8).
Memang, penyaluran bantuan pangan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini penugasan dari Badan Pangan Nasional. Adapun alokasi bantuan selama tiga bulan, Juli-September 2026.
Alokasi bantuan pangan tiga bulan tersebut, masing-masing 10 kilogram. Sehingga, dalam penyaluran bantuan beras nanti keluarga penerima bantuan pangan (PBP) mendapat 30 kilogram.
“Jadi, bantuan pangan alokasi Juli-September 2026 sekalian penyalurannya. Untuk penyaluran bantuan beras ini, Bulog diberikan waktu sampai 31 September 2026,” ujar Sulistyanto.
Menurut Kepala Gudang Bulog Meger, sebanyak 5.395 ton beras yang akan disalurkan untuk 179.842 PBP di Kabupaten Klaten. Untuk itu, Gudang Bulog Meger keploting sebanyak 124.514 PBP.
Dengan penyaluran bantuan pangan alokasi tiga bulan, stok beras 16.300 ton di Gudang Bulog Meger akan berkurang sekitar 3.700 ton. Meski demikian, stok masih aman sampai akhir tahun.
“Alhamdulillah, stok masih banyak. Pun, kegiatan pengadaan beras dari mitra hingga saat ini tetap berjalan. Untuk hari ini, beras yang masuk gudang 100 ton,” ungkap Sulistyanto. (E-2)

















































