Universitas Akprind Indonesia memberikan pelatihan pemasaran digital kepada warga Padukuhan Kroco.(Dok.Istimewa)
UNIVERSITAS Akprind Indonesia memberikan pelatihan pemasaran digital kepada warga Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, untuk mendukung pengembangan Desa Eduwisata Preneur SIKASPUK berbasis lingkungan.
Pelatihan yang berlangsung di Limasan Omah Dhuawar itu diikuti sekitar 40 warga. Kegiatan merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026 yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Peserta mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan platform e-commerce untuk memperluas promosi produk lokal dan potensi wisata desa. Mereka juga berlatih membuat konten promosi, menyusun deskripsi produk, memotret produk, serta mengelola media sosial sebagai sarana pemasaran.
Narasumber pelatihan, dosen Program Studi Rekayasa Sistem Komputer Universitas Akprind Indonesia, Windyaning Ustyannie, mengatakan pemanfaatan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku usaha desa untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang lebih efisien.
"Teknologi digital memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang relatif terjangkau," kata Windyaning.
Dari sekitar 40 peserta, sebanyak 18 merupakan pelaku usaha rumah tangga yang mengembangkan produk unggulan seperti sirup alang-alang, sirup bunga telang, keripik bunga pisang, ecoprint, kompos, kasgot, hingga budidaya maggot. Namun, baru sekitar 10 peserta yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan sebagian besar belum menggunakan platform e-commerce secara optimal.
Ketua Program Pemberdayaan Desa Binaan 2026, Ani Purwanti, mengatakan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan pengembangan desa eduwisata.
"Potensi desa akan memiliki nilai tambah apabila dipromosikan secara luas melalui teknologi digital. Karena itu, masyarakat perlu memiliki keterampilan memanfaatkan media digital sebagai bagian dari pengembangan usaha dan promosi desa," ujarnya.
TINGKATKAN KEMAMPUAN MASYRAKAT
Mitra kegiatan di Padukuhan Kroco, Suparno, mengapresiasi pelatihan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memasarkan produk dan potensi wisata desa.
"Selama ini masyarakat memiliki berbagai potensi produk dan wisata, tetapi belum semuanya dipromosikan secara optimal. Pelatihan ini menjadi bekal penting agar potensi tersebut dapat dikenal lebih luas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik," katanya.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian menargetkan sedikitnya 15 produk lokal memiliki katalog digital dan dipromosikan melalui media sosial SIKASPUK. Pendampingan juga akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas konten promosi, foto produk, serta pengelolaan pemasaran digital.
Program ini dilaksanakan oleh tim Universitas Akprind Indonesia yang terdiri atas Ani Purwanti, Emy Setyaningsih, dan Yuli Purwanto, bekerja sama dengan Achmad Fauzi dari Universitas Amikom Yogyakarta. Kegiatan turut dihadiri perangkat Kalurahan Sendangsari dan Dukuh Kroco sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan desa berbasis potensi lokal. (E-2)


















































