Akses Fiber Optik Terbatas, Konektivitas Satelit Jadi Alternatif Bisnis

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keterbatasan infrastruktur fiber optik masih menjadi tantangan bagi bisnis dan institusi yang membutuhkan konektivitas digital di sejumlah wilayah. Kondisi geografis dan ketersediaan infrastruktur yang berbeda membuat kebutuhan akses internet tidak selalu dapat dipenuhi dengan teknologi yang sama.

Bagi pelaku usaha dan institusi yang beroperasi di wilayah dengan keterbatasan jaringan fiber optik, konektivitas berbasis satelit menjadi salah satu alternatif. Kebutuhan tersebut juga muncul ketika aktivitas operasional semakin bergantung pada sistem digital yang membutuhkan koneksi internet dan jaringan yang stabil.

FiberStar menyediakan Starlink Internet Solutions yang memanfaatkan jaringan satelit Low Earth Orbit (LEO) untuk lokasi yang belum terjangkau jaringan fiber optik. Layanan tersebut dilengkapi instalasi profesional, dashboard pelanggan, dukungan lokal 24/7, serta opsi integrasi SD-WAN.

“Kami melihat kebutuhan konektivitas tidak selalu berada di lokasi dengan kondisi infrastruktur yang sama. Karena itu, pilihan teknologi juga perlu fleksibel. Starlink Internet Solutions menjadi salah satu alternatif yang kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan konektivitas di area yang memiliki keterbatasan jaringan fiber optic,” kata Branch Manager FiberStar Sumatera Utara Pahala Tua Sigalingging, Selasa (15/9/2026).

Selain persoalan akses, meningkatnya ketergantungan bisnis terhadap sistem digital membuat keamanan jaringan menjadi kebutuhan yang semakin penting. Pengelolaan infrastruktur digital juga mencakup pemantauan jaringan, perlindungan sistem, penyimpanan data, hingga pemulihan ketika terjadi gangguan.

FiberStar menyediakan Managed Service Firewall yang mencakup monitoring 24/7, incident response, configuration management, firmware upgrade, hingga security reporting. Layanan tersebut memungkinkan pengelolaan keamanan jaringan dilakukan secara berkelanjutan tanpa seluruh proses harus ditangani secara mandiri oleh pelanggan.

“Keamanan jaringan saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan. Ketika semakin banyak aktivitas bisnis bergantung pada sistem digital, keamanan harus menjadi bagian dari infrastruktur sejak awal. Melalui Managed Service Firewall, kami ingin membantu pelanggan mendapatkan perlindungan sekaligus dukungan pengelolaan jaringan secara berkelanjutan,” kata Pahala.

Kebutuhan konektivitas internal juga berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital dan jumlah perangkat yang digunakan perusahaan maupun institusi. FiberStar menyediakan Managed Service Access Point berbasis Wi-Fi 6 dan enterprise router, serta cloud storage untuk kebutuhan penyimpanan, backup, dan disaster recovery.

Di sektor pendidikan, kebutuhan tersebut mencakup konektivitas untuk pembelajaran, penggunaan platform digital, administrasi, dan kolaborasi antara tenaga pendidik dengan peserta didik. FiberStar menyediakan StarEDU yang mengintegrasikan Internet Dedicated, enterprise Wi-Fi, router, dan cloud storage dalam satu paket layanan.

Sementara itu, industri hospitality memiliki kebutuhan digital yang berkaitan dengan layanan kepada tamu. FiberStar menyediakan Managed IPTV yang dikembangkan bersama Dens.TV dengan fitur informasi hotel, layanan F&B, room service, feedback digital, hingga integrasi dengan sistem operasional hotel.

Beragam kebutuhan tersebut menjadi konteks dalam penyelenggaraan GO! NEXT 2026 di Medan pada 28 Agustus 2026. Forum bertema “The Future of Business Technology” tersebut memperkenalkan portofolio FiberStar yang mencakup konektivitas, keamanan jaringan, wireless connectivity, cloud storage, serta konektivitas berbasis satelit.

“Kebutuhan digital setiap pelanggan saat ini semakin beragam. Mereka tidak hanya membutuhkan internet yang dapat digunakan untuk bekerja, tetapi juga membutuhkan jaringan yang aman, konektivitas yang dapat dikelola dengan baik, serta solusi yang dapat mengikuti perkembangan kebutuhan bisnis. Karena itu, FiberStar menghadirkan portofolio yang lebih terintegrasi agar pelanggan dapat memperoleh solusi digital yang lebih menyeluruh,” ujar Pahala.

Perkembangan kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses digital tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan jaringan fiber optik. Pilihan teknologi, keamanan jaringan, serta kemampuan mengelola infrastruktur menjadi faktor yang perlu diperhitungkan seiring meningkatnya ketergantungan bisnis dan institusi terhadap layanan digital.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |