Lokasi kejadian.(MI/Lina Herlina)
SUATU video yang memperlihatkan ambulans menabrak seorang bocah di tengah kemeriahan karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi saat ambulans sedang dalam misi darurat menyelamatkan nyawa pasien.
Peristiwa itu berlangsung di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sawitto, pada Rabu (12/8). Ambulans dengan nomor polisi DD 8065 B milik RSUD Madising tersebut diketahui tengah membawa pasien ibu hamil dengan kondisi gawat janin menuju RSUD Lasinrang.
Saat melintasi jalur yang padat oleh peserta dan penonton karnaval kemerdekaan, seorang bocah berinisial GBR, 10, tiba-tiba menyeberang jalan. Akibatnya, tabrakan tidak terhindarkan hingga korban terpental beberapa meter.
Tekanan Darurat Sopir Ambulans
Pengemudi ambulans, Taufik Amir alias Ollas, 29, mengungkapkan bahwa dirinya berada dalam tekanan berat saat kejadian. Ia menegaskan fokus utamanya ialah keselamatan pasien yang dibawa.
"Saya sedang membawa pasien gawat janin dan memang perlu secepatnya untuk ditangani," ujar Ollas saat memberikan keterangan, Kamis (13/8).
Ollas menjelaskan bahwa dirinya tidak sembarangan melintas. Ambulans baru bergerak setelah petugas kepolisian membuka akses jalan di tengah kepadatan massa. Namun, munculnya korban secara tiba-tiba membuat insiden tersebut terjadi.
"Tadi pas dibuka jalan sama polisi, ternyata langsung ada ini anak menyeberang," tambahnya.
Sempat Terjadi Ketegangan
Pascatabrakan, situasi sempat memanas. Sejumlah orang di lokasi langsung menghentikan laju ambulans. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang anggota Satpol PP sempat melakukan pemukulan terhadap sopir saat ambulans hendak melanjutkan perjalanan.
Meski dihadang, Ollas memilih untuk tetap memacu kendaraannya demi keselamatan pasien gawat janin yang membutuhkan penanganan medis segera di rumah sakit rujukan.
"Saya sempat mau keluar dari mobil, cuma ada yang tahan pintu mobil. Dia suruh jalan. Saya bilang ini pasien gawat janin dan memang perlu secepatnya ditangani," jelas Ollas.
Kondisi Korban dan Penyelesaian Hukum
Kasat Lantas Polres Pinrang, Ajun Komisaris Agusnawan, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia memastikan bahwa korban GBR telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya stabil.
"Alhamdulillah hari itu juga langsung bisa pulang ke rumahnya. Korban tidak mengalami luka serius," ungkap Agusnawan.
Terkait prosedur hukum, pihak kepolisian telah memeriksa pengemudi ambulans untuk dimintai keterangan. Namun, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani kasus ini.
Polres Pinrang telah mempertemukan pihak pengemudi ambulans dengan keluarga korban. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Pihak ambulans juga berkomitmen menanggung biaya perawatan korban sesuai kesepakatan bersama. (I-2)















































