Ilustrasi kesehatan jiwa anak(Magnific)
IKATAN Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) menyebut banyak anak usia remaja awal mulai mengakses kanal konseling kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni Healing 119. Hal itu menandakan masalah kesehatan mental juga bis aterjadi pada anak dan butuh perhatian serius.
"Yang mengakses Healing 119 itu mulai dari umur 8-10 tahun. Jadi ada yang memang konsul beneran akhirnya terutama kesepian," kata kata Ketua 2 Bidang Kemitraan dan Komunikasi Pengurus Pusat IPKI Annelia Sari Sani dalam Temu media dalam Rangka Hari pencegahan Bunuh Diri di Jakarta, Rabu (9/9).
Ia menyebut masalah utama yang sering dikeluhkan yakni kesepian. Ketika anak tersebut ditanya sedang dengan siapa maka ia menjawab sendirian. Puncaknya adalah kesepian di usia 12-14 tahun.
"Kami juga terus terang kaget ketika datanya kemudian sudah terkumpul," ucapnya.
Ia menyebut akses Healing 119 satu pasien dibatasi 30 menit karena antriannya sangat panjang. Dalam satu shift psikolog 3 jam menangani 5 orang. Sementara yang mengakses satu shift bisa mencapai 500-600 orang.
"Bisa dibayangkan. Kalau satu orang bisa 1 jam maka akan semakin sedikit lagi yang tertangani," ujar dia.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi menyebut berdasarkan preferensi global prevalensi yang bunuh diri banyak pada usia lansia.
"Karena sekarang cukup banyak orang-orang yang punya penyakit-penyakit yang menahun. Kemudian loneliness (kesepian) itu juga membunuh. Dan kesepian, kalau saya bilang wabah karena banyak sekali orang-orang yang merasa sendirian, terasing," ungkap Imran.
Ia juga menyebut berdasarkan jenis kelamin yang menghubungi call center banyak perempuan. Tetapi yang banyak bunuh diri adalah laki-laki.
"Jadi laki-laki tidak bercerita. Langsung bertindak gitu kan. Laki-laki itu punya kemungkinan bunuh diri itu 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan," pungkasnya. (H-4)


















































