Andrie Yunus Habis Rekaman Podcast Remiliterisme di YLBHI Sebelum Disiram Air Keras

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) jelang tengah malam. Aksi kekerasan itu dinilai mengancam demokrasi, mengingat korban dikenal sebagai pegiat hak asasi manusia (HAM).

Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa itu terjadi setelah Andrie pulang dari Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Malam itu, Andrie baru saja merampungkan podcast di Kantor YLBHI.

"Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor YLBHI bertajuk 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia' yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB," kata dia melalui keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Dimas menyatakan, selama ini Andrie merupakan pembela HAM yang telah melakukan kerja-kerja pemajuan dan perlindungan HAM. Bahkan, pada Kamis sore, Andrie masih sempat melakukan pertemuan yang membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta terkait aksi massa pada Agustus 2025 lalu, di Kantor Celios.

Ia mengungkapkan, bukan baru kali ini Andrie mendapatkan gangguan dalam melakukan aktivitasnya sebagai pembela HAM. Menurut dia, korban sebelumnya pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi utamanya pasca ‘Aksi Geruduk Fairmount’ untuk aksi menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025 lalu.

"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil," kata dia.

Diketahui, Andrie mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada sekitar pukul 23.37 WIB. Akibatnya, korban mengalami luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.

Dari laporan Kontras, peristiwa itu bermula ketika Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Kemudian, terdapat dua orang pelaku menghampiri dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat keluaran tahun 2016 sampai dengan 2021.

Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor. Masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang.

Adapun ciri-ciri pelaku pertama yang merupakan pengendara menggunakan pakaian kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam. Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai ‘buff’ berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |