Anggaran Minim, Dishub Rejang Lebong Prioritaskan Perbaikan Lampu Jalan di Titik Rawan

2 hours ago 6

Dishub Rejang Lebong optimalkan pemeliharaan ribuan lampu jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG, – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berupaya mengoptimalkan anggaran pemeliharaan yang terbatas untuk memperbaiki ribuan titik penerangan jalan umum (LPJU). Saat ini, terdapat lebih dari 3.200 titik lampu yang tersebar di 15 kecamatan di wilayah tersebut.

Kepala Dishub Rejang Lebong, HR Suryadi, mengungkapkan bahwa dari total titik tersebut, sebanyak 368 unit merupakan lampu median jalan yang sumber dayanya berasal dari listrik PT PLN maupun tenaga surya. Namun, perawatan seluruh aset itu harus dilakukan dengan dana yang sangat minim.

"Anggaran yang tersedia saat ini sebesar Rp130 juta untuk pemeliharaan selama satu tahun. Kami berupaya mengoptimalkan anggaran yang ada ini, karena secara kalkulasi untuk pemeliharaan lampu jalan sebanyak itu sebenarnya tidak mencukupi," kata HR Suryadi di Rejang Lebong, Kamis.

Skala Prioritas di Tengah Efisiensi

Suryadi menjelaskan, keterbatasan anggaran ini terjadi lantaran pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor belanja. Menyikapi hal tersebut, Dishub menerapkan skala prioritas dalam penggunaan dana yang ada.

Pihaknya mengalokasikan sisa dana tersebut untuk memperbaiki titik-titik lampu jalan yang mengalami kerusakan parah. Prioritas utama diberikan pada jalur-jalur yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas serta rawan terhadap tindak kejahatan.

"Kami menyadari bahwa lampu jalan ini memerlukan dana pemeliharaan secara berkala karena sudah banyak yang mengalami kerusakan. Namun, di tengah efisiensi anggaran pemerintah daerah saat ini, kami akan maksimalkan dana yang ada untuk memprioritaskan perbaikan di jalur-jalur rawan," tegasnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Di sisi lain, Dishub Rejang Lebong juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga dan merawat fasilitas lampu jalan yang ada di lingkungan masing-masing. Partisipasi publik dinilai krusial untuk mencegah kerusakan maupun pencurian komponen lampu oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kami mengharapkan masyarakat dapat menjaga lampu jalan ini, agar tidak dirusak atau hilang karena dicuri orang. Komponen lampu jalan ini harganya cukup mahal, sehingga kalau rusak atau hilang perbaikan maupun pergantiannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit," sebut HR Suryadi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |