Naskah Khutbah Jumat: Pengawasan Allah

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh KH Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat

إنَّ الحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ ونَستَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أنفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أعْمَالِنا مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ ومن يُضْلِلْ فَلا هَادِي لَهُ .أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ ِفي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ .أما بعد

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِى القران الكريم. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. يَاأَيّهَا الّذيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَ قَالَ أَيْضًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Jama’ah shalat Jum’ah yang berbahagia.

Segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam, yang dengan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di hari yang penuh berkah ini, dalam majelis khutbah Jumat yang penuh dengan hikmah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa rahmat bagi seluruh alam.

Tidak lupa khatib berwasiat kepada diri pribadi khatib dan kepada jama’ah Jum’ah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Hanya dengan iman dan takwalah yang menjadi bekal bagi kita untuk masuk ke dalam surga dan selamat dari siksa api neraka. Takwa yang bermakna rasa takut, berarti mengindikasikan ada pihak lain yang patut untuk ditakuti. Yakni, Allah SWT Dzat yang harus kita takuti siksa-Nya, kemurkaan-Nya, dan penolakannya terhadap amal yang kita lakukan. Sebab Allah Maha Mengetahui, Maha Mengawasi, dan Maha Teliti.

Jama’ah shalat Jum’ah yang dimuliakan Allah SWT.

Khalifah Umar bin Khaththab biasa menghabiskan sebagian waktu malamnya untuk meronda, melihat kondisi rakyat yang dipimpinnya dari dekat. Tidak terasa malam pun terus beranjak. Fajar pun mulai terkuak. Ketika Khalifah Umar melewati sebuah gang kecil, tiba-tiba ayunan langkahnya tertahan. Dari bilik sebuah rumah kecil, ia mendengar seorang ibu sedang bercakap-cakap dengan putrinya.

“Tidakkah kamu campur susumu? Hari sudah menjelang pagi,” kata ibu itu kepada anaknya. “Bagaimana mungkin aku mencampurinya. Amirul Mukminin melarang perbuatan itu,” sahut si anak. “Orang-orang juga mencampurinya. Campurlah! Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” balas sang ibu. “Jika Umar tidak melihatnya, Tuhan Umar melihatnya. Aku tidak mau melakukan karena sudah dilarang,” jawab si anak yang sungguh menyentuh hati Khalifah Umar. Kelak, dari rahim si anak ini terlahir Umar bin Abdul Aziz, yang sering disebut sebagai khalifah kelima setelah Ali bin Abi Thalib karena keadilannya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |