REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mendesak aparat penegak hukum mengusut secara tuntas kasus terbakarnya tiga santri di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menilai kasus terbakarnya tiga santri di Kabupaten Lombok Tengah ini telah mencoreng citra NTB sebagai daerah seribu masjid dan seribu pesantren.
"Kita tidak ingin nama NTB tercoreng gara-gara kasus ini," kata Lalu Hadrian Irfani usai sosialisasi RUU Sisdiknas di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Kamis.
"Siapapun yang terlibat dalam kasus ini kita minta secara profesional untuk ditindak tegas," kata dia menambahkan.
Untuk itu, politisi dari daerah pemilihan (Dapil) NTB 2 Pulau Lombok ini, meminta APH menindak tegas kasus ini. "Siapa pun yang bersalah dalam kasus ini harus dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegasnya.
Selain meminta agar kasus ini diusut hingga tuntas, pihaknya meminta Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, untuk tanggap dan mencari solusi terhadap peristiwa ini, khususnya kesulitan pembiayaan perawatan para santri yang menjadi korban terbakar. "Kita harap Kanwil Kemenag NTB segera mencarikan solusi untuk biaya perawatan, kesehatan, dan keberlangsungan pendidikan ketiga santri," ucap Hadrian.
Menurutnya, Komisi X DPR RI tidak ingin akibat kasus ini tiga santri yang menjadi korban harus terhenti pendidikannya. "Jadi, apakah itu karena korban kekerasan, korban regulasi, atau korban apa pun yang menghambat pendidikan kami tidak ingin pendidikan mereka terhenti, termasuk pihak Ponpes juga harus bertanggungjawab," ujarnya.
Selain itu, ia meminta seluruh Ponpes yang ada di NTB untuk lebih membuka diri terhadap kasus-kasus yang menimpa santri. Kemudian menjaga nama baik NTB yang terkenal sebagai seribu ponpes agar di mata nasional dan internasional, daerah ini menjadi lokasi pendidikan yang bermutu, dan memiliki SDM yang berkualitas.
"Makanya saya mengimbau kepada seluruh Ponpes di NTB untuk menjadikan Ponpes sebagai tempat menyiapkan generasi unggul yang memiliki etika, moral, sopan santun agama yang baik sebagai bekal mereka melanjutkan tongkat estafet pembangunan di NTB," katanya
sumber : Antara

1 hour ago
4














































