Angka Kelahiran Caesar Tinggi, Ini Kaitannya dengan Mikrobiota untuk Kesehatan Usus Bayi Menurut Pakar

1 week ago 5
Angka Kelahiran Caesar Tinggi, Ini Kaitannya dengan Mikrobiota untuk Kesehatan Usus Bayi Menurut Pakar Ilustrasi bayi.(Dok. Magnific)

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, Febriansyah Darus menekankan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna dan mikrobiota usus di tengah meningkatnya angka kelahiran caesar di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan perbedaan paparan lingkungan awal yang diterima bayi saat proses persalinan.

"Perlu dipahami bahwa proses persalinan normal dan persalinan caesar dapat memberikan paparan lingkungan awal yang berbeda termasuk dalam proses kolonisasi mikrobiota usus anak pada awal kehidupan," ujar dr. Febriansyah dalam sebuah temu media di Jakarta, Rabu (9/9).

Tren Kelahiran Caesar di Indonesia

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka persalinan caesar di Indonesia telah mencapai 25,9 persen. Artinya, sekitar satu dari empat proses kelahiran dilakukan melalui operasi caesar. Angka ini diprediksi akan terus meningkat dalam dekade mendatang, dipicu oleh indikasi medis maupun berbagai faktor non-medis.

Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa perkembangan mikrobiota usus harus diperhatikan sejak masa kehamilan hingga pascamelahirkan. Faktor-faktor seperti nutrisi ibu selama hamil, metode persalinan, pemberian ASI, hingga pemenuhan nutrisi setelah lahir merupakan rangkaian yang saling berkaitan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

Risiko Disbiosis pada Awal Kehidupan

Tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode krusial bagi pematangan saluran cerna dan perkembangan sistem imun. Gangguan keseimbangan mikrobiota usus, atau yang dikenal sebagai disbiosis usus, pada periode ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Andy Darma menambahkan bahwa metode persalinan sangat memengaruhi komposisi mikrobiota. Pada persalinan normal, bayi terpapar mikroorganisme dari ibu yang berkontribusi pada pembentukan mikrobiota usus, terutama bakteri Bifidobacterium yang berperan dalam maturasi saluran cerna.

Sebaliknya, anak yang lahir melalui caesar memiliki pola kolonisasi mikrobiota yang berbeda karena tidak mendapatkan paparan yang sama. Perbedaan ini meningkatkan risiko terjadinya disbiosis usus pada awal kehidupan.

Peran Saluran Cerna dan Intervensi Nutrisi

Saluran cerna bukan sekadar tempat pencernaan, melainkan ekosistem kompleks yang dihuni sekitar 40 triliun mikrobiota. Menariknya, sekitar 70 persen sel imun tubuh berada di saluran cerna. Oleh karena itu, interaksi antara mikrobiota usus dan sistem imun sangat menentukan fungsi daya tahan tubuh anak.

Untuk mengatasi tantangan pada bayi lahir caesar, intervensi nutrisi menjadi salah satu solusi. "Intervensi nutrisi berbasis sains termasuk sinbiotik dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan saluran cerna. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik dapat membantu memulihkan disbiosis usus pada anak yang lahir secara caesar," pungkas dr. Andy, pakar lulusan Universitas Airlangga tersebut. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |