AS Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, Selat Hormuz Jadi Titik Panas

3 weeks ago 31
AS Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, Selat Hormuz Jadi Titik Panas Ilustrasi(Dok AFP)

AMERIKA Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8). Serangan tersebut menjadi aksi militer pertama AS di wilayah Iran sejak akhir Juli.

Serangan itu dilakukan setelah sekitar satu bulan tidak terjadi peningkatan signifikan dalam keterlibatan militer langsung antara Washington dan Teheran. Operasi itu menyasar sistem yang diduga tengah dipersiapkan untuk meluncurkan roket pembawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan minyak dunia. Pada titik tertentu, jalur strategis tersebut hanya memiliki lebar sekitar 39 kilometer atau 24 mil, yang membentang antara Pulau Larak dan Pulau Great Quoin di wilayah Oman.

Pejabat AS tersebut mengatakan militer Amerika terus mengawasi kawasan itu untuk memastikan keamanan lalu lintas pelayaran internasional.

"Pasukan Amerika memantau area tersebut dengan cermat dan tetap siap untuk melindungi arus perdagangan bebas melalui Selat Hormuz," kata seorang pejabat AS kepada Axios, Senin (31/8).

Serangan itu memicu reaksi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pihak IRGC menyatakan sejumlah anggota pasukan dan warga sipil tewas serta terluka akibat serangan tersebut. Teheran juga memperingatkan akan melakukan pembalasan.

Kantor berita Iran, Tasnim, mengutip informasi awal yang menyebut serangan tersebut kemungkinan dilakukan menggunakan drone. Hingga kini, belum terdapat informasi lengkap mengenai tingkat kerusakan maupun dampak lain dari operasi militer AS tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan seluruh ranjau yang berada di Selat Hormuz telah disingkirkan. Trump juga memperingatkan akan menerapkan kebijakan tanpa toleransi apabila Iran kembali menempatkan ranjau di jalur pelayaran tersebut.

Trump menyebut Amerika menggunakan teknologi Space Force untuk memantau kawasan Selat Hormuz dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

Di sisi lain, pejabat Iran membantah klaim bahwa Amerika mengetahui seluruh lokasi ranjau di kawasan tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak ada seorang pun kecuali Iran yang mengetahui lokasi ranjau di jalur air strategis tersebut.

Hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi tegang sejak konflik kembali pecah setelah serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Kedua negara sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut sempat membuka peluang bagi penghentian konflik dan dimulainya kembali proses diplomatik.

Namun, situasi kembali memburuk setelah Amerika Serikat melancarkan kampanye serangan udara selama dua pekan dan kembali memberlakukan blokade angkatan laut pada Juli lalu.

Perbedaan pandangan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz menjadi salah satu persoalan utama dalam ketegangan tersebut.

Serangan terhadap Pulau Larak kini kembali meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi militer antara kedua negara.

Belum diketahui apakah operasi tersebut hanya merupakan serangan terbatas atau menjadi awal dari rangkaian serangan udara baru AS terhadap Iran dalam skala yang lebih luas dan berkelanjutan. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |